Warga Nanggulan Kulon Progo Buka Akses Jalan Secara Mandiri, Ini Alasannya

Pembukaan jalan tersebut menelan biaya sekitar Rp15 juta yang berasal dari swadaya masyarakat.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Istimewa
BUKA JALAN - Alat berat yang digunakan untuk membuka jalan akses pertanian di Padukuhan Sadang, Kalurahan Tanjungharjo, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo. Pembangunannya terkendala biaya untuk membangun jembatan. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Warga di Padukuhan Sadang, Kalurahan Tanjungharjo, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo membuka akses jalan secara mandiri untuk aktivitas pertanian.

Mereka pun meminta dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo untuk pembangunan jalan.

Dukuh Sadang, Pargono pembangunan jalan tersebut merupakan hasil inisiatif warganya sendiri.

Sebab, mereka selama ini tidak memiliki akses yang memadai untuk mengangkut hasil pertanian.

"Satu-satunya akses yang tersedia jaraknya sekitar 3 kilometer (km), membuat biaya transportasi menjadi tinggi," katanya pada wartawan, Jumat (13/02/2026).

Menurut Pargono, jalan yang akan dibangun warga panjangnya sekitar 440 meter dengan lebar 3 meter.

Swadaya Masyarakat

Pembukaan jalan tersebut menelan biaya sekitar Rp15 juta yang berasal dari swadaya masyarakat.

Warga pun sampai menyewa alat berat sendiri untuk proses pembukaan jalan.

Namun pembangunannya kini terkendala oleh saluran irigasi yang memisahkan jalan tersebut, sehingga diperlukan jembatan untuk menyambungnya.

"Panjang jembatannya sekitar 12 meter dengan biaya yang cukup besar, sehingga warga belum mampu untuk membiayai secara swadaya," jelas Pargono.

Pihaknya pun berharap ada dukungan dari Pemkab Kulon Progo dari sisi pembiayaan.

Baca juga: Sambut Ramadan, Pemkab Kulon Progo Gelar Nyadran Agung di Alun-alun Wates

Adapun jalan yang telah dibuka oleh warga rencananya akan disempurnakan lagi lewat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di 2027 mendatang.

Pargono mengatakan warga juga telah merelakan sebagian tanahnya digunakan untuk pembangunan jalan itu.

Sebab mereka melihat jalan itu tak hanya untuk mengangkut hasil tani, tetapi juga menjadi akses transportasi hasil kerajinan.

"Sebab mayoritas warga di sini bekerja di sektor kerajinan tangan," ujarnya.

Komunikasi ke Pemkab

Kepala Jawatan Kemakmuran dari Kapanewon Nanggulan, Heri Kurniawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkomunikasi ke Pemkab Kulon Progo.

Terutama ke Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP).

Berdasarkan komunikasi tersebut, dari DPUPKP Kulon Progo menyebut usulan pembangunan jalan terkendala oleh minimnya anggaran saat ini.

Namun warga tetap disarankan untuk mengajukan proposal usulan.

"Saran tersebut akan kami tindaklanjuti, dan rencananya juga akan melakukan audiensi dengan legislatif," ungkap Heri.(*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved