Disbud Kulon Progo Pastikan Program Penguatan Budaya Tetap Berjalan di Tengah Efisiensi Anggaran
Kepala Disbud Kulon Progo, Joko Mursito mengatakan pihaknya sudah menyusun berbagai kegiatan kebudayaan selama 2026 ini.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Disbud Kulon Progo memastikan program kebudayaan selama 2026 tetap berjalan meski ada sejumlah penyesuaian dengan efisiensi anggaran.
- Seluruh kegiatan disusun secara cermat dan rigid dengan menyesuaikan kondisi anggaran
- Meski demikian, ada beberapa kegiatan yang harus dikurangi atau bahkan ditiadakan karena efisiensi anggaran
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Kebudayaan (Disbud) Kulon Progo memastikan program kebudayaan selama 2026 tetap berjalan sesuai rencana, meski harus ada sejumlah penyesuaian dengan adanya efisiensi anggaran.
Kepala Disbud Kulon Progo, Joko Mursito mengatakan pihaknya sudah menyusun berbagai kegiatan kebudayaan selama 2026 ini.
"Berbagai kegiatan tersebut kami rangkai dalam Calendar of Event Disbud 2026 yang sudah kami luncurkan," jelas Joko pada Rabu (11/02/2026).
Kegiatan sesuaikan dengan anggaran
Ia mengatakan seluruh kegiatan tersebut disusun secara cermat dan rigid. Sebab pihaknya harus menyesuaikan dengan kondisi efisiensi anggaran, terutama dari Dana Keistimewaan (Danais) DIY.
Menurut Joko, kegiatan selama 2026 akan difokuskan pada penguatan dan kemajuan kebudayaan di Kulon Progo. Terutama yang bisa memberikan dampak positif untuk pemulihan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
"Hal itu yang kami upayakan dalam tumbuh kembang kebudayaan di Kulon Progo," ujarnya.
Joko mengatakan pihaknya akan mengangkat kelompok seni dari kalurahan yang masuk kategori miskin. Upaya ini merupakan bagian dari program Sigra Mentas yang telah diluncurkan pada akhir 2025.
Kelompok kesenian tersebut akan mendapatkan pembinaan penuh oleh Disbud Kulon Progo. Setelah dibina, nantinya mereka bisa tampil di berbagai acara dan kegiatan yang telah disiapkan.
"Lewat program itu kami berharap kebudayaan bisa berdampak pada pemulihan ekonomi dan kemajuan kebudayaan," kata Joko.
Dampak efisiensi anggaran
Kepala Bidang Adat, Tradisi, Seni dan Lembaga Budaya, Disbud Kulon Progo, Suhardiyana tak menampik ada beberapa kegiatan yang harus dikurangi karena efisiensi anggaran. Bahkan ada yang harus ditiadakan.
Salah satunya fasilitasi kegiatan adat tradisi yang harus dikurangi. Meski begitu ia memastikan kegiatan kebudayaan yang besar tetap terselenggara di 2026 ini.
"Seperti kegiatan berupa gelar potensi untuk Kalurahan Budaya yang Mandiri dan Berkembang," jelas Suhardiyana.
Ia mengatakan kebanyakan kegiatan akan digelar pada semester 2 2026. Sebab harus diselaraskan dengan kegiatan kebudayaan di tingkat DIY.(alx)
| Mengintip Aksi 24 Dalang Cilik dan Remaja di Festival Dhalang Kulon Progo |
|
|---|
| Rotary Joint District Conference 2026 di Magelang Jadi Ajang Kolaborasi dan Promosi Budaya Lokal |
|
|---|
| Harapan Guru PAUD yang Honor Kecilnya Menyusut Gegara Dana Desa Dipangkas oleh Pemerintah Pusat |
|
|---|
| YUTFest 2026, Upaya Taman Budaya Yogyakarta Merawat Napas Teater di Era Gen Z |
|
|---|
| Aksi Solo Drum Syauqi Guncang Panggung Kirab Budaya Hari Jadi ke-48 SD Negeri Rejodadi Bantul |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Disbud-Kulon-Progo-Pastikan-Program-Penguatan-Budaya-Tetap-Berjalan-di-Tengah-Efisiensi-Anggaran.jpg)