Menyasar 'Entry Level' , Diskominfo DIY Targetkan UMKM Melek Bisnis Digital di 2026

Dinas Komunikasi dan Informatika terus mengakselerasi transformasi digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja
TRANSFORMASI DIGITAL - Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus mengakselerasi transformasi digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus mengakselerasi transformasi digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

Memasuki tahun 2026, fokus pelatihan kini bergeser, tak lagi sekadar mengenalkan media sosial tetapi mulai merambah penggunaan kecerdasan buatan atau AI untuk mendongkrak efisiensi bisnis.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) sepanjang tahun 2025, intervensi digital ini memberikan dampak signifikan pada performa ekonomi pelaku usaha.

Rata-rata pendapatan UMKM di DIY yang mengikuti program "E-Business" dilaporkan meningkat hingga 25 persen.

Selain itu, penggunaan media sosial untuk promosi melonjak antara 30 hingga 70 persen.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, Heri Edi Tri Wahyu Nugroho, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 ini, skenario pelatihan tetap akan menyasar pelaku usaha pemula (entry level), namun dengan penajaman materi berdasarkan aspirasi di lapangan.

Rencananya, pelatihan E-Business bagi pelaku UMKM pada 2026 akan dibuka pada Kamis, 12 Februari 2026 di Gedung Balai RW 08 Suronatan, Notoprajan Ngampilan Kota Yogyakarta.

"Untuk pelatihan bisnis, skenario kita masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni menyasar entry level atau pelaku usaha pemula. Namun, memang ada aspirasi untuk mengadakan pelatihan lanjutan bagi mereka yang usahanya sudah berjalan. Kami melihat ada peningkatan kepercayaan diri pelaku usaha dan jejaring yang semakin luas setelah mengikuti rangkaian ini," ujar Wahyu, Selasa (10/2/2026).

Salah satu terobosan dalam materi pelatihan adalah pengenalan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai asisten digital bagi pelaku UMKM.

TRANSFORMASI DIGITAL - Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus mengakselerasi transformasi digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.
TRANSFORMASI DIGITAL - Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus mengakselerasi transformasi digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. (Tribun Jogja)

Di tengah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) untuk mengelola konten, AI hadir sebagai solusi praktis.

Heri menekankan bahwa penggunaan AI bagi UMKM diarahkan pada aspek-aspek teknis yang selama ini dianggap membebani pelaku usaha, seperti pembuatan narasi iklan dan pengelolaan konten visual.

"Sejauh apa manfaat AI? Misalnya di sisi praktis, AI itu digunakan untuk membuat narasi di media sosial yang baik dan menarik perhatian. Kita kan juga melatih teknik memfoto produk. Nah, dengan foto yang sudah ada, AI membantu membuatkan caption yang bagus sehingga pelaku UMKM tidak perlu terlalu banyak berpikir keras dan prosesnya lebih praktis," kata Wahyu menjelaskan.

Memperkuat Ekosistem SiBakul

Selain pelatihan teknis seperti penggunaan WhatsApp Business, Google My Business, hingga manajemen keuangan digital, pemerintah juga mendorong integrasi ke dalam platform lokal.

UMKM di DIY diarahkan untuk masuk ke dalam ekosistem SiBakul, sebuah market hub yang dikelola oleh Dinas Koperasi dan UMKM DIY.

Heri menyebutkan bahwa pelatihan yang diberikan Diskominfo menjadi pintu masuk bagi pembinaan yang lebih komprehensif.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved