Rakerda XVI HIPMI DIY 2026 Jadi Wadah Sinergi dan Ajang UMKM 'Unjuk Gigi'

Agenda rutin organisasi tersebut, tampil beda dengan mengusung semangat kolaborasi yang lebih inklusif, melibatkan pelaku UMKM hingga pencari kerja.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/dok. Istimewa
Suasana pembukaan Rakerda XVI HIPMI DIY, di Yogyakarta, Jumat (6/2/2026). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) DIY menegaskan komitmennya untuk menjadi motor penggerak ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat di Yogyakarta.

​Hal tersebut mengemuka dalam agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XVI HIPMI DIY yang berlangsung di Yogyakarta, pada 6-7 Januari 2026.

Agenda rutin organisasi tersebut, tampil beda dengan mengusung semangat kolaborasi yang lebih inklusif, melibatkan pelaku UMKM hingga pencari kerja.

​Ketua Umum BPD HIPMI DIY, Ekawati Rahayu Putri, menuturkan Rakerda kali ini bukan hanya momen menyusun program kerja di atas kertas, namun juga titik temu untuk menyatukan persepsi mengenai arah dan kontribusi organisasi bagi Yogyakarta ke depan.

​"Ini momen penting untuk menyatukan arah, HIPMI DIY mau dibawa ke mana dan mau memberi dampak apa untuk masyarakat. Kami ingin program yang dihasilkan tidak hanya bagus secara administratif, tapi relevan dan bisa dijalankan," ujarnya.

​Guna memperluas cakrawala para anggotanya, HIPMI DIY juga mendatangkan deretan narasumber dari kalangan pemerintahan maupun pengusaha.

Menariknya, perhelatan tersebut juga dimeriahkan dengan gelaran Forbisda, menghadirkan sebanyak 55 tenant exhibition, dan job fair yang dibuka untuk umum.

​"Ada booth expo dan job fair untuk seluruh masyarakat DIY. Kami ingin hadir sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus rumah bagi pengusaha muda untuk tumbuh bersama. HIPMI tidak ingin berjalan sendiri," ucapnya.

Baca juga: Gerakan Reresik Sekolah, Pemkot Yogyakarta Bidik Budaya Bersih hingga Radius 200 Meter

Apresiasi

Sementara, Bendahara Umum BPP HIPMI, Reynaldo Bryan, yang hadir mewakili pengurus pusat, memberikan apresiasi atas pelaksanaan Rakerda di Yogyakarta.

Menurutnya, konsep yang diusung BPD HIPMI DIY sangat istimewa karena memberikan ruang nyata bagi pelaku UMKM untuk menggelar produk-produk terbaik.

​"Harapan kami dari pusat, Rakerda ini bisa melahirkan pengusaha yang naik kelas. Dari UMKM naik ke kelas menengah, lalu ke kelas super, sehingga membantu pertumbuhan ekonomi di Yogya," katanya.

"HIPMI DIY berinisiatif membuka peluang bagi UMKM memamerkan produknya. Ini adalah langkah konkret dalam membantu pemerintah dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat," urai Bryan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved