Respons Legislatif soal Keberadaan Pedagang Sate di Malioboro yang Marak Dikeluhkan Publik
Wakil Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Sinarbiyat Nujanat, mengungkapkan, pihaknya telah menerima banyak keluhan
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Yoseph Hary W
Oleh sebab itu, ia menyebut faktor kesadaran pedagang masih menjadi kendala utama dalam upaya penegakan Perda Nomor 26 Tahun 2002.
"Kami terus melakukan penertiban, karena itu kan daerah larangan untuk PKL berjualan di situ, termasuk penjual sate," katanya, Senin (2/2/26).
Herry menambahkan, sebagai jantung kawasan sumbu filosofi, Malioboro menjadi sasaran prioritas dalam patroli rutin yang dilakukan Satpol PP.
Kendati demikian, silih bergantinya pedagang liar yang datang, membuat pusat pariwisata Kota Pelajar itu sulit benar-benar bersih 100 persen.
"Ya selalu kucing-kucingan, karena Satpol PP tidak menetap terus di Malioboro. Teman-teman juga harus melakukan penegakan Perda di lokasi yang lain," tandasnya.
"Tapi, Malioboro pasti menjadi bagian dari sasaran lah, istilahnya setiap kegiatan operasi atau patroli pasti dilewatkan di Malioboro," urai Herry. (aka)
| Praktik Pijat Liar di Malioboro Jadi Fokus Penertiban, Petugas Sering Terlibat 'Kucing-kucingan' |
|
|---|
| Desentralisasi Akomodasi ke Kawasan Penyangga Jadi Strategi Pemerataan Ekonomi Pariwisata DIY |
|
|---|
| Dukung Efisiensi Anggaran Perjalanan Dinas, DPRD Kota Yogya: Alokasikan untuk Kepentingan Rakyat |
|
|---|
| DPC PDIP Yogyakarta Berduka Atas Wafatnya JFR Adrian Subagyo, Semangat Juangnya Terus Menggelora |
|
|---|
| Eko Suwanto Sampaikan Duka Cita Wafatnya JFR Adrian Subagyo, Semangat Juangnya Akan Terus Menyala |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Suasana-Malioboro-minggu-pagi-262024.jpg)