Ekspor DIY Tahun 2025 Naik Tipis 2,14 Persen, Nilainya Mencapai 558,72 Juta US Dollar
Berdasarkan data BPS DIY, sektor industri pengolahan memberikan andil sebesar 99,02 persen dari total ekspor DIY.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Ekspor DIY sepanjang tahun 2025 mencapai US$558,72 juta. Nilai ekspor tahun 2025 lebih tinggi 2,14 persen dibandingkan tahun 2024 lalu.
- Peningkatan ekspor DIY terjadi karena secara kumulatif sektor industri pengolahan meningkat sebesar 2,18 persen.
- Berdasarkan data BPS DIY, sektor industri pengolahan memberikan andil sebesar 99,02 persen dari total ekspor DIY.
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Ekspor DIY sepanjang tahun 2025 mencapai US$558,72 juta. Nilai ekspor tahun 2025 lebih tinggi 2,14 persen dibandingkan tahun 2024 lalu. Pada tahun 2024, ekspor DIY sebesar US$547,01 juta.
Faktor kenaikan ekspor DIY
Statistisi Ahli Utama BPS DIY, Sentot Bangun Widoyono mengatakan peningkatan ekspor DIY terjadi karena secara kumulatif sektor industri pengolahan meningkat sebesar 2,18 persen. Nilai ekspor industri pengolahan sepanjang tahun 2025 mencapai US$553,27 juta.
Kemudian sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar US$5,38 juta, dan sektor pertambangan dan lainnya sebesar US$ 0,07 juta.
“DIY sangat tergantung pada sektor industri, sehingga perkembangan pada sektor industri akan sangat tergantung pada total (total nilai ekspor DIY),” katanya melalui keterangan daring.
Andil besar sektor industri
Berdasarkan data BPS DIY, sektor industri pengolahan memberikan andil sebesar 99,02 persen dari total ekspor DIY. Sedangkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 0,96 persen, kemudian sektor pertambangan dan lainnya memberikan andil 0,01 persen.
Ia melanjutkan negara utama tujuan ekspor DIY adalah Amerika Serikat dengan nilai US$244,07 juta. Sebesar 43,68 persen komoditas DIY di ekspor ke negara Paman Sam tersebut.
Selain AS, komoditas DIY juga diekspor ke Jerman dengan nilai US$60,27 juta, dan memberikan andil sebesar 10,79 persen. Selanjutnya adalah Jepang, dengan nilai ekspor mencapai US$40,82 juta. Dengan kata lain, 7,31 persen komoditas DIY diekspor ke Negeri Sakura itu.
“Tiga negara ini (AS, Jerman, dan Jepang) meliputi nilai yang cukup besar, sehingga berpengaruh terhadap total ekspor dari DIY,” lanjutnya.
Komoditas ekspor DIY
Empat komoditas utama yang diekspor dari DIY sepanjang 2025 antara lain pakaian jadi bukan rajutan dan aksesorisnya mencapai US$197,97 juta, pakaian rajutan dan aksesorisnya sebesar US$78,51 juta, barang dari kulit samak sebesar US$63,29 juta, serta perabotan, lampu, dan alat penerangan sekitar US$53,43 juta.
Adapun tiga komoditas dengan kontribusi terbesar adalah pakaian bukan rajutan dan aksesorisnya mencapai 35,43 persen, pakaian rajutan dan aksesorisnya sebesar 14,05 persen, dan barang dari kulit samak yakni 11,33 persen.
“Komoditas utama yang diekspor masih tergantung pada hasil industri pakaian, yaitu pakaian bukan rajutan dan aksesorisnya serta pakaian rajutan dan aksesorisnya, serta komoditas lainnya. Ke Jerman justru ada komoditas yang cukup besar yaitu gula dan kembang gula, ke Jepang ada ekspor perabot, lampu, dan alat penerangan,” pungkasnya. (maw)
| Jadwal Pemadaman Jaringan Listrik Wilayah DIY Hari Ini 8 Mei 2026 |
|
|---|
| Pelemahan Rupiah Pukul Manufaktur DIY, Disperindag Maksimalkan Peluang Ekspor IKM |
|
|---|
| Minyak Goreng hingga LPG dan BBM Nonsubsidi Jadi Komoditas Utama Penyumbang Inflasi DIY April 2026 |
|
|---|
| Perkuat Struktur Partai, DPD PDI Perjuangan DIY Gelar Musancab Serentak: Jaga Soliditas Kader |
|
|---|
| Info Cuaca DIY Sepekan ke Depan Menurut BMKG: Potensi Hujan Sedang-Lebat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pelepasan-Ekspor-Kerajinan-di-Bantul-Menteri-Sosial-Kualitasnya-Harus-Terjamin-Betul.jpg)