Aksi Bagi-bagi Helm Warnai Hari Pertama Operasi Keselamatan Progo 2026 di Kulon Progo
Satlantas Polres Kulon Progo mengawali Operasi Keselamatan Progo 2025 dengan melaksanakan sosialisasi tertib lalu lintas di simpang Karangnongko
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Satlantas Polres Kulon Progo menggelar Operasi Keselamatan Progo 2026 selama 14 hari, 2–15 Februari 2026, dengan 190 personel dan fokus di titik rawan kecelakaan serta kemacetan.
- Sosialisasi dilakukan di Simpang Karangnongko, Wates, disertai aksi bagi-bagi helm kepada pengendara tanpa helm atau helm rusak.
- Operasi bertujuan meningkatkan disiplin berlalu lintas menjelang Ramadan dan Idulfitri, menyasar kendaraan tak sesuai spesifikasi, TNKB tak lengkap, dan knalpot tidak standar.
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kulon Progo resmi memulai pada Senin (02/01/2026). Operasi ini berlangsung selama 14 hari ke depan, sampai tanggal 15 Februari 2026.
Sosialisasi terkait Operasi ini pun mulai digencarkan ke masyarakat, salah satunya di Simpang Karangnongko, Kapanewon Wates. Sosialisasi juga diwarnai dengan aksi bagi-bagi helm ke pengguna kendaraan sepeda motor.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Kulon Progo, Ipda Bambang menjelaskan aksi bagi helm menjadi bentuk ajakan ke masyarakat agar mereka tertib dalam berlalu lintas.
"Helm baru kami berikan ke pengendara atau pembonceng yang sudah tertib pakai helm, tapi helmnya sudah mulai rusak dan usang," katanya di Simpang Karangnongko, Senin siang.
Bambang sekaligus mengingatkan pengendara dan pembonceng sepeda motor agar wajib memakai helm standar saat berkendara. Sebab akan meminimalisir fatalitas jika terjadi kecelakaan (laka).
Operasi Keselamatan Progo perdana di 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tertib dalam berkendara. Termasuk bagian dari persiapan menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri.
Baca juga: Ops Keselamatan Progo 2026, Ini Enam Pelanggaran yang Bakal Ditindak
"Operasi ini sebagai bentuk cipta kondisi menjelang Ramadan dan masa liburan Idulfitri," jelas Bambang.
Sasaran operasi seperti kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi, tidak memiliki Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau plat nomor, hingga kendaraan yang menggunakan knalpot tidak standar. Kendaraan angkutan turut menjadi sasaran.
Bambang berharap adanya sosialisasi, pelaksanaan Operasi Keselamatan, hingga aksi bagi-bagi helm bisa memantik kesadaran masyarakat. Termasuk untuk saling mengingatkan agar tertib dalam berlalu lintas.
"Kami senantiasa mengingatkan ke semua pengguna jalan, termasuk pengendara agar selalu tertib, patuh aturan, dan berhati-hati saat melakukan perjalanan agar terhindar dari laka," ujarnya.
Operasi Keselamatan Progo 2026 telah diawali dengan Apel Gelar Pasukan di Halaman Mako Polres Kulon Progo, Senin pagi. Sebanyak 190 personel diterjunkan selama operasi dilakukan.
Kasatlantas Polres Kulon Progo, AKP Priya Tri Handaya mengatakan operasi akan difokuskan ke titik-titik jalan dengan kerawanan laka tingkat tinggi. Termasuk yang rawan terjadi kepadatan.
"Seperti jalan nasional yang memiliki kerawanan laka tingkat tinggi serta jalan dalam Kota Wates yang sifatnya trouble spot," kata Priya.(alx)
| Polres Kulon Progo Terjunkan Puluhan Personel Hingga Siapkan Rekayasa Lalin untuk Embarkasi Haji DIY |
|
|---|
| Arus Mudik di Kulon Progo Diprediksi Landai Terimbas Tol Fungsional, Polisi Tetap Siapkan Rekayasa |
|
|---|
| 76 Ribu Lebih Kendaraan Terpantau Mulai Masuk DIY, Aktivitas Kedatangan di YIA Turut Meningkat |
|
|---|
| Polres Kulon Progo Terjunkan 376 Personel Gabungan untuk Operasi Ketupat Progo 2026 |
|
|---|
| Polres Kulon Progo Tingkatkan Pengawasan di JJLS Selama Ramadan Lewat KRYD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Aksi-Bagi-bagi-Helm-Warnai-Hari-Pertama-Operasi-Keselamatan-Progo-2026-di-Kulon-Progo.jpg)