Magelang Siapkan 50 Hektare Kawasan Industri Dekat Exit Tol Jogja–Bawen
Magelang Siapkan 50 Hektare Kawasan Industri Dekat Exit Tol Jogja–Bawen Jawa Tengah dorong pengembangan kawasan industri di Magelang dan Kebumen
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Ringkasan Berita:Magelang Siapkan 50 Hektare Kawasan Industri Dekat Exit Tol Jogja–BawenJawa Tengah dorong pengembangan kawasan industri di Magelang dan Kebumen, investasi Le Minerale Rp 2 triliun, akses tol Yogyakarta–Bawen perkuat logistik.
Magelang Tribunjogja.com -- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong pengembangan kawasan industri di wilayah tengah dan selatan sebagai strategi mengurangi ketimpangan investasi yang selama ini terpusat di Pantai Utara Jawa (Pantura).
Kabupaten Magelang menjadi salah satu daerah prioritas yang disiapkan sebagai lokasi kawasan industri baru.
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Magelang, Adang Atfan Ludhantono, menyebutkan terdapat lahan seluas 50 hektare di Kecamatan Secang yang akan dijadikan kawasan industri.
Lokasi ini dipilih karena berdekatan dengan pintu keluar Tol Yogyakarta–Bawen serta memiliki akses mudah menuju Pelabuhan Semarang, sehingga mendukung distribusi
barang dan logistik.
Investasi Rp 2 Triliun
Selain di Kecamatan Secang, kawasan industri juga direncanakan di Kecamatan Salam dan Tempuran.
Namun, menurut Adang, lokasi dekat exit tol lebih memungkinkan berkembang pesat karena faktor aksesibilitas.
Sebagai contoh investasi, PT Tirta Fresindo Jaya, produsen air minum Le Minerale, akan beroperasi penuh di Kecamatan Secang pada pertengahan 2027 dengan nilai
investasi lebih dari Rp 2 Triliun.
Perusahaan tersebut juga diarahkan bekerja sama dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Gemilang milik Pemkab Magelang untuk memanfaatkan debit air minum yang
masih tersedia.
• Kasus Pedagang Es Gabus di Jakarta Berseteru dengan Bhabinkamtibmas
Kebumen Ajukan Skema iPro 2026
Tidak hanya Magelang, Kabupaten Kebumen juga mengajukan usulan pengembangan kawasan industri melalui skema Investment Project Ready to Offer (iPro) pada 2026.
Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menegaskan bahwa kajian kawasan industri di Kebumen akan segera disusun.
Pemerintah provinsi juga mendorong daerah lain agar menyiapkan kawasan peruntukan industri dalam satu hamparan untuk menciptakan pemerataan investasi.
Sakina menekankan bahwa pengembangan kawasan industri tidak akan mengorbankan lahan sawah yang dilindungi (LSD/LP2B).
Jawa Tengah tetap berperan sebagai penopang pangan nasional sekaligus pusat pertumbuhan industri.
“Dua-duanya harus jalan,” ujarnya, menegaskan keseimbangan antara sektor pertanian dan industri demi ketahanan pangan serta daya saing ekonomi daerah. (*)
| Peringati Hari Kartini, Ibu-ibu di Magelang Dilatih Padamkan Api, Upaya Pencegahan Kebakaran |
|
|---|
| Apel Kesiapsiagaan Bencana, Wali Kota Magelang Gerakkan Program 'Resik Kali' |
|
|---|
| Semangat Kartini di Magelang: Wakil Bupati Tekankan Kesetaraan Gender dan Perlindungan Perempuan |
|
|---|
| Cegah Kecurangan UTBK, Untidar Terapkan Sistem Booting via Flashdisk |
|
|---|
| Kowad Akmil Didorong Makin Tangguh dan Adaptif, Gubernur Tekankan Profesionalisme |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pergerakan-Pembebasan-Lahan-Tol-JogjaBawen-dari-Arah-Semarang-dan-Yogyakarta.jpg)