Jalan Rusak usai Proyek Penanaman Pipa, Warga Temon Kulon Progo Tuntut Perbaikan

Persis di gapura menuju Padukuhan Dumpoh, terpasang sejumlah spanduk berisi ungkapan kekecewaan dan protes warga.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Alexander Aprita
JALAN RUSAK: Kondisi jalan yang rusak di Padukuhan Dumpoh, Kalurahan Kebonrejo, Kapanewon Temon, Kulon Progo, Selasa (26/01/2026). Jalan kabupaten tersebut rusak usai proyek penanaman pipa SPAM pada 2025 lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Warga di Padukuhan Dumpoh, Kalurahan Kebonrejo, Kapanewon Temon, Kulon Progo mengeluhkan rusaknya jalan setempat
  • Kerusakan jalan terjadi sejak 2025 lalu. Persisnya setelah proyek penanaman pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
  • Janji perbaikan setelah penanaman pipa ternyata tidak terealisasi sehingga warga protes

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Warga di Padukuhan Dumpoh, Kalurahan Kebonrejo, Kapanewon Temon, Kulon Progo mengeluhkan rusaknya jalan setempat. Warga menuding proyek penanaman pipa jadi biang keladi rusaknya jalan.

Adapun jalan yang rusak merupakan ruas penghubung Weton-Dumpoh dengan panjang sekitar 300 meter. Pantauan pada Selasa (27/01/2026), Kerusakannya berupa lubang hingga aspal yang sudah mengelupas di banyak tempat.

Persis di gapura menuju Padukuhan Dumpoh, terpasang sejumlah spanduk berisi ungkapan kekecewaan dan protes warga. Spanduk juga terpasang di tepi sepanjang jalan tersebut.

Janji tinggal janji

Anjar, warga Dumpoh mengatakan kerusakan jalan terjadi sejak 2025 lalu. Persisnya setelah proyek penanaman pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

"Saat pengerjaan dulu, dijanjikan akan ada perbaikan jalan usai penanaman pipa," katanya pada wartawan.

Menurut Anjar, saat itu dijanjikan perbaikan jalan dalam bentuk pengecoran beton. Namun setelah proyek penanaman pipa selesai, janji perbaikan jalan tak kunjung terealisasi.

Ia menuturkan bahwa terdapat ruas jalan lain yang juga terdampak proyek penanaman pipa, namun sudah dilakukan perbaikan jalan. Hanya ruas jalan di Dumpoh saja yang menurutnya belum diperbaiki hingga kini.

"Alasannya karena anggaran sudah habis sehingga perbaikan jalan tidak tersentuh sampai Dumpoh," jelas Anjar.

Jalan yang rusak pun membahayakan warga yang melintas dengan kendaraan. Terutama saat musim hujan seperti ini, di mana bagian yang berlubang bisa tak terlihat karena tertutup genangan air.

Anjar mengatakan bahwa pihaknya sudah berupaya untuk meminta kejelasan, namun hingga kini tak ada jawaban. Warga pun sampai berswadaya untuk melakukan perbaikan jalan seadanya.

"Kami sempat kerja bakti untuk menambal lubang jalan, tapi karena musim hujan lubang jalannya terbuka lagi," ujarnya.

Berlarut-larut, warga protes

Kondisi yang berlarut-larut itulah yang membuat warga akhirnya sepakat memasang spanduk protes. Anjar mengatakan spanduk dipasang sejak Jumat (23/01/2026) lalu.

Spanduk protes beserta jalan rusak itu juga sempat ramai jadi pembicaraan di media sosial. Ruas Jalan Weton-Dumpoh  disebut jalur penting karena menjadi penghubung ke berbagai fasilitas umum seperti Puskesmas dan sekolah.

"Spanduk yang terpasang merupakan suara hati kami sebagai warga Dumpoh," kata Anjar.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved