12 Nyawa Melayang Akibat Laka Lantas di Bantul Sepanjang Awal 2026

Sudah ada 12 nyawa yang melayang akibat kejadian kecelakaan lalu lintas di Bantul selama periode awal 1-26 Januari 2026 pagi.

|
Dokumentasi untuk Tribun Jogja/Polres Bantul
KECELAKAAN - Polisi dan sejumlah pihak menangani korban laka lantas di Jalan Parangtritis, Kalurahan Donotirto, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Senin (26/1/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. 

Ringkasan Berita:
  • Polres Bantul mencatat ada 12 korban meninggal dalam peristiwa kecelakaan yang terjadi di wilayah Bantul selama periode awal 2026
  • Polisi menyebut tiga faktor utama penyebab laka lantas, yakni manusia atau human error, kondisi jalan, dan kelaikan kendaraan
  • Polres Bantul memberikan atensi khusus dan meminta masyarakat untuk tidak abai terhadap aturan teknis berkendara dan peraturan lalu lintas.

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, pada awal tahun 2026 cukup banyak menelan korban jiwa.

Tercatat, sudah ada 12 nyawa yang melayang akibat kejadian kecelakaan lalu lintas selama awal 1-26 Januari 2026 pagi.

"Selama 1-25 Januari 2026 ada 140 kejadian laka lantas dengan 10 korban meninggal dunia dan 176 korban luka ringan. Kejadian itu mengakibatkan kerugian materi Rp95.650.000," kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, kepada wartawan, Senin (26/1/2026).

Akan tetapi, pada Senin (26/1/2026) pagi terdeteksi dua kejadian kecelakaan lalu lintas yang tersebar di Jalan Bantul, Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon dan di Jalan Parangtritis, Kalurahan Donotirto, Kapanewon Kretek.

Masing-masing kejadian itu menelan satu korban jiwa.

Kemudian, terdapat satu korban luka ringan dari kejadian laka lantas di Jalan Bantul yang kini telah dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Bantul untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Dari dua kejadian tersebut terdapat kerugian materiil sekitar Rp500.000. 

Dengan demikian, total kejadian kecelakaan lalu lintas di Bumi Projotamansari pada awal 1-26 Januari 2026 pagi mencapai 142 kejadian dan mengakibatkan 12 korban meninggal dunia, 177 korban luka-luka, dan kerugian materil mencapai Rp96.150.000.

Baca juga: Tabrakan Dua Sepeda Motor di Jalan Bantul, Satu Pengendara Motor Dilaporkan Meninggal Dunia

Pemicu Kecelakaan

Pihak kepolisian menilai tingginya angka fatalitas ini dipicu oleh minimnya kesadaran pengendara dalam berbagi ruas jalan.

Kurangnya toleransi antar-pengguna jalan seringkali berujung pada petaka.

"Kebanyakan disebabkan oleh berkendara dengan kecepatan tinggi tanpa dibarengi dengan kewaspadaan," jelas Rita.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tiga faktor utama penyebab laka lantas, yakni manusia atau human error, kondisi jalan, dan kelaikan kendaraan.

Faktor manusia tetap menjadi penyumbang tertinggi, terutama dalam kasus kecelakaan tunggal atau out of control atau lepas kendali.

"Secara teori, faktor manusia memang lebih tinggi. Kebut-kebutan di jalan yang sempit atau tikungan yang bergelombang memicu terjadinya lepas kendali. Ini menjadi bahan analisis dan evaluasi (anev) kami ke depan," tutur dia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved