K-drama 'The Judge Returns' Raih Rating Tertinggi Sampai 13,4 Persen

Memasuki episode ke-7 dengan glombang balas dendam, k-drama 'The Judge Returns' terus peroleh rating memukau

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
MBC
Poster promosi 

Ringkasan Berita:
  • Rating The Judge Returns terus naik, episode 7 mencetak puncak 13,4 persen dan jadi tayangan Jumat–Sabtu teratas.
 
  • Hakim Lee Han-yeong membongkar pemaksaan surat damai dan menyeret Choo Yong-jin ke pengadilan pidana.
 
  • Konflik politik memanas, upaya pembunuhan Choo gagal dan episode berakhir dengan cliffhanger.

TRIBUNJOGJA.COM - Drama MBC The Judge Returns kembali mencuri perhatian publik dengan pencapaian rating yang terus menanjak dari minggu ke minggu penayangan.

Episode ke-7 yang tayang pada Jumat, 23 Januari kemarin bukan hanya melanjutkan alur cerita yang penuh ketegangan, tetapi juga membawa The Judge Returns menuju puncak rating tertinggi sejauh ini, dengan angka 13,4 persen untuk momen puncak.

Pencapaian ini semakin memperkuat posisi drama tersebut sebagai satu diantara tayangan Jumat-Sabtu yang paling banyak dibicarakan.

Menurut Nielsen Korea, episode terbaru meraih 12 persen rating wilayah metropolitan, dan 11,4 persen secara nasional, sekaligus memperbarui rekor rating internal drama ini.

Selain itu, dalam kelompok penonton dengan usia 20-54 tahun yang menjadi target indikator penting kekuatan kompetitif sebuah kanal, drama The Judge Returns meraih 4,4 persen , menjadikannya program dengan rating tertinggi pada slot waktu penayangan.

wintwrtin
The Judge Returns

Puncak rating yang mencapai 13,4  persen terjadi ketika hakim Lee Han-yeong (Ji-sung) dengan tegas menyatakan bahwa tindakan pegawai kantor distrik yang memaksa warga mentandatangani surat perdamaian dalam kasus sinkhole Nammyun-gu merupakan bentuk kekerasaan serta pemerasaan.

Adegan itu bukan hanya kuat secara naratif, tetapi juga menunjukan konsistensi karakter hakim Lee Han-yeong sebagai hakim yang tidak gentar menghadapi kekuatan politik yang berkuasa.

Pada episode ke-7 konflik tertuju keberbagai arah, terutama setelah hakim Lee Han-yeong mulai menelusuri lebih dalam kejahatan Choo Yong-jin (Lee Jang-won). Han-yeong menyamar menjadi renternir agar bisa mendekati Choo dan memancingnya keluar.

Namun ketika mengetahui bahwa korban Hoe Dong-gi ingin menempuh jalur hukum, Han-yeong menghentikan penyamarannya dan mengungkap identitas aslinya sebagai hakim.

Di sisi lain, Choo Yong-jin dan Chun Hak-soo semakin terdesak ketika anggota parlemen Kang Jung-tae (Kim Ji-hoo) menuntut mereka segera menyelesaikan surat perdamaian para korban. Tekanan politik ini memperlihatkan bagaimana kekuasaan terselubung ikut bermain dalam setiap langkah.

Sementara Han-yeong mulai menyusun strategi besar dengan target menumbangkan kekuatan gelap di balik kasus-kasus tersebut, ia memberikan petunjuk kepada jaksa Ma Kang-gil untuk memanfaatkan rasa keadilan jaksa Kim Jin-ah (Won Jin-an), Han-yeong memberikan bukti vidio pesta narkoba putri Woo Kyo-hoon yang akhirnya sampai ke tangan Jin-ah.

Di saat peluang kolaborasi diantara keduannya mulai bejalan, ternyata tidak semua pihak menyambut kedekatan Han-yeong dan Jin-ah. Kang Shin-jin yang mengetahui latar belakang keluarga Han-yeong mulai curiga dan mempertanyakan apa motif sesungguhnya?

Selain itu, ada satu adegan di mana keduannya sedang makan bersama yang diam-diam terlihat oleh Im Jung-shik akan menciptakan celah baru dalam hubungan antar tokoh.

Pada episode tersebut juga diperlihatkan sidang kasus sinkhole Nammyun-gu menjadi titik balik penting. Pihak pengacara pemerintahan daerah awalnya mengklaim telah mencapai kesepakatan damai dengan seluruh korban.

Namun pengacara Heo Dong-gi membantah keras dan mengungkapkan bahwa surat persetujuan itu diperoleh melalui paksaan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved