Duduk Perkara Driver Ambulans Nyaris Demo RSUD Sleman, Parkir Gratis tapi Belum Tersosialisasi
Driver ambulans pun harus mengambil karcis agar palang pintu terbuka. Pengambilan karcis parkir di area bisnis berkonsekuensi kena tarif
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Transisi sistem parkir baru di RSUD Sleman berdampak pada driver ambulans yang mengantar pasien atas dasar kemanusiaan, justru dibebani tarif
- RSUD Sleman mengakui semua terjadi karena masih dalam masa transisi ke sistem perparkiran yang baru.
- Manajemen RSUD Sleman berkomitmen memperbaiki sistem dan memastikan parkir ambulans gratis.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pembenahan tata kelola parkir kendaraan yang sedang dilakukan oleh RSUD Sleman, dalam rangka meningkatkan kualitas mutu pelayanan, hampir berujung pada aksi demontrasi driver ambulans.
Kondisi ini dipicu karena sosialisasi fasilitas parkir yang baru diterapkan kurang dari sepekan ini belum maksimal.
Ambulans dibebani tarif parkir
Sehingga menimbulkan kerugian, karena pengemudi ambulans yang mengantar pasien atas dasar kemanusiaan, justru dibebani tarif.
"Parkir karyawan dan mitra RSUD, termasuk ambulans sebenarnya kami telah menyiapkan area parkir gratis, tapi kami akui belum tersosialisakan," kata Direktur RSUD Sleman, dr. Wisnu Murti Yani, Jumat (23/1/2026).
Sistem baru perparkiran di RSUD Sleman, dengan menggandeng pihak ketiga, mulai diterapkan 19 Januari 2026.
Wisnu mengakui, saat awal diterapkan masih menemui banyak kendala karena sistem baru membutuhkan penyesuaian. Bukan hanya dari pihak luar, dari internal karyawan sendiri masih ada yang kebingungan. Akan tetapi berjalan waktu, sistem terus dibenahi.
Ihwal ambulans mengantar pasien di IGD yang dipatok tarif, dan sempat menimbulkan reaksi ajakan demontrasi, Wisnu mengatakan, kejadian tersebut karena saat itu tidak ada petugas parkir di pos palang pintu masuk.
Harus pencet tombol palan pintu
Driver ambulans pun harus mengambil karcis agar palang pintu terbuka. Pengambilan karcis parkir di area bisnis berkonsekuensi kena tarif
"Seharusnya saat membuka palang pintu bagi kendaraan ambulans difasilitasi petugas. Driver tidak perlu harus memencet tombol karcis yang berujung kena tarif," ujar dia.
Mengapa petugas tidak berada di pos palang pintu, kata Wisnu, karena sistem parkir baru diterapkan. Banyak kendaraan yang belum tertata rapi sehingga petugas jaga pos palang harus turun ke lapangan mengatur posisi kendaraan.
RSUD minta maaf
Wisnu mengakui, semua ini terjadi karena masih dalam masa adaptasi dan transisi ke sistem perparkiran yang baru.
"Dengan adanya ketidaknyamanan pada pelanggan, khususnya ambulans, kami mohon maaf dan berkomitmen untuk memperbaikinya," kata dia.
Ambulans yang kena tarif dampak dari perbaikan parkir di RSUD Sleman ini, sempat menimbulkan polemik. Bahkan berujung pada seruan aksi untuk mendatangi rumah sakit pelat merah tersebut. Seruan aksi beredar cepat di media sosial.
Namun langkah cepat diambil Bupati Sleman, dengan menginisiasi audiensi yang mempertemukan Direktur RSUD Sleman bersama para driver ambulans.
| Tiga Bulan, 1,75 Juta Pelancong Kunjungi Sleman, Candi Prambanan Masih Favorit |
|
|---|
| Tunggu Anjuran, Sangketa Pesangon Murah Buruh PT MTG Mau Dibawa ke RUPS |
|
|---|
| Mediasi Ketiga Sengketa Pesangon Buntu, Ratusan Buruh PT MTG Datangi Gedung Dewan Sleman |
|
|---|
| Usung Konsep '3M', Permukiman Mrican Disebut Menko AHY Jadi Contoh Penataan Kawasan Kumuh |
|
|---|
| Jelang Sidang Vonis, Kuasa Hukum Sri Purnomo Tanggapi Narasi Liar di Luar Perkara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Duduk-Perkara-Driver-Ambulans-Nyaris-Demo-RSUD-Sleman-Parkir-Gratis-tapi-Belum-Tersosialisasi.jpg)