BMKG Sebut Potensi Cuaca Ekstrem Masih Bisa Terjadi di DIY, Ini Penjelasannya
BMKG menyebut potensi cuaca ektrem di DIY masih terjadi, khususnya di wilayah Kulon Progo bagian utara dan Sleman bagian utara.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Potensi cuaca ekstrem berupa hujan deras dan disertai angin masih bisa terjadi di DIY, khususnya di wilayah Kulon Progo bagian utara dan Sleman bagian utara.
- Potensi hujan sedang hingga lebat juga dimungkinkan terjadi di Bantul bagian selatan dan Gunungkidul bagian selatan.
- BMKG berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah DIY, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk aksi merespon peringatan dini.
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, menyebut potensi cuaca ektrem di DIY masih terjadi, khususnya di wilayah Kulon Progo bagian utara dan Sleman bagian utara.
Selain di dua wilayah tersebut, potensi hujan sedang hingga lebat juga dimungkinkan terjadi di Bantul bagian selatan dan Gunungkidul bagian selatan.
Warjono mengungkapkan Januari memang menjadi puncak musim hujan.
Saat ini posisi matahari atau gerak semu matahari berada di selatan, sehingga menjadi musim penghujan.
Namun ada faktor-faktor lain, misalnya muncul bibit-bibit siklon.
Bibit siklon atau tekanan rendah di selatan menyebabkan adanya penumpukan awan-awan hujan.
"Jadi yang paling utama adalah posisi matahari di selatan yang menyebabkan suhu muka laut jadi hangat dan banyak penguapan, kemudian terjadi penumpukan awan atau konvergensi yang disebabkan oleh tekanan rendah," ungkapnya, Jumat (23/1/2026).
Ia melanjutkan tekanan rendah ini menarik angin yang kemudian menumpuk di sepanjang Jawa.
Dengan demikian, awan-awan hujan juga berada di Jawa.
"Itu potensi ekstremnya karena memang di samping ada hujan, kemudian ada penumpukan awan-awan hujan yang ada di Jawa sehingga menjadi potensi munculnya cuaca ekstrem," lanjutnya.
Baca juga: Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem, Pemkot Yogya Percepat Penataan M3K di Tiga Kawasan Bantaran Sungai
Waspada Potensi Bencana
Curah hujan setiap harinya akan berbeda-beda, namun bisa lebih dari 100 mm.
"Sampai besok juga masih oranye ya kita (DIY), sehingga potensi ini perlu diwaspadai karena memang di samping musim penghujan dan ada faktor-faktor lain yang menjadi menambah jumlah curah hujan di wilayah Jawa," sambungnya.
Pihaknya pun terlah meneruskan peringatan dini berupa hujan lebat disertai angin dan petir kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY.
| Cuaca Ekstrem Terjang Sleman: Talud Longsor dan Infrastruktur di 6 Kapanewon Rusak |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Rabu 15 April 2026, Ini Wilayah di DIY yang Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini |
|
|---|
| Prediksi Awal dan Puncak Musim Kemarau Menurut BMKG |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca DIY Besok Rabu 15 April 2026: Waspada Potensi Hujan Sedang-Lebat di Jogja dan Sleman |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Selasa 14 April 2026, Hujan Ringan Guyur Sleman dan Kulon Progo Utara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Hujan-deras-yang-mengguyur-jalanan-Kota-Wonosari-alx.jpg)