BMKG Sebut Potensi Cuaca Ekstrem Masih Bisa Terjadi di DIY, Ini Penjelasannya

BMKG menyebut potensi cuaca ektrem di DIY masih terjadi, khususnya di wilayah Kulon Progo bagian utara dan Sleman bagian utara.

Tayang:
TRIBUNJOGJA.COM/ Alexander Ermando
ILUSTRASI - Hujan deras yang mengguyur jalanan Kota Wonosari, Gunungkidul 

Ringkasan Berita:
  • Potensi cuaca ekstrem berupa hujan deras dan disertai angin masih bisa terjadi di DIY, khususnya di wilayah Kulon Progo bagian utara dan Sleman bagian utara.
  • Potensi hujan sedang hingga lebat juga dimungkinkan terjadi di Bantul bagian selatan dan Gunungkidul bagian selatan.
  • BMKG berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah DIY, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk aksi merespon peringatan dini.

 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, menyebut potensi cuaca ektrem di DIY masih terjadi, khususnya di wilayah Kulon Progo bagian utara dan Sleman bagian utara.

Selain di dua wilayah tersebut, potensi hujan sedang hingga lebat juga dimungkinkan terjadi di Bantul bagian selatan dan Gunungkidul bagian selatan.

Warjono mengungkapkan Januari memang menjadi puncak musim hujan.

Saat ini posisi matahari atau gerak semu matahari berada di selatan, sehingga menjadi musim penghujan. 

Namun ada faktor-faktor  lain, misalnya muncul bibit-bibit siklon.

Bibit siklon atau tekanan rendah di selatan menyebabkan adanya penumpukan awan-awan hujan.

"Jadi yang paling utama adalah posisi matahari di selatan yang menyebabkan suhu muka laut jadi hangat dan banyak penguapan, kemudian terjadi penumpukan awan atau konvergensi yang disebabkan oleh tekanan rendah," ungkapnya, Jumat (23/1/2026).

Ia melanjutkan tekanan rendah ini menarik angin yang kemudian menumpuk di sepanjang Jawa.

Dengan demikian, awan-awan hujan juga berada di Jawa.

"Itu potensi ekstremnya karena memang di samping ada hujan, kemudian ada penumpukan awan-awan hujan yang ada di Jawa sehingga menjadi potensi munculnya cuaca ekstrem," lanjutnya.

Baca juga: Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem, Pemkot Yogya Percepat Penataan M3K di Tiga Kawasan Bantaran Sungai 

Waspada Potensi Bencana

Curah hujan setiap harinya akan berbeda-beda, namun bisa lebih dari 100 mm. 

"Sampai besok juga masih oranye ya kita (DIY), sehingga potensi ini perlu diwaspadai karena memang di samping musim penghujan dan ada faktor-faktor lain yang menjadi menambah jumlah curah hujan di wilayah Jawa," sambungnya.

Pihaknya pun terlah meneruskan peringatan dini berupa hujan lebat disertai angin dan petir kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved