Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem, Pemkot Yogya Percepat Penataan M3K di Tiga Kawasan Bantaran Sungai
Pemkot Yogyakarta telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak untuk melakukan percepatan perbaikan.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Pemkot Yogyakarta memastikan program penataan pemukiman pinggir sungai melalui skema M3K terus berlanjut.
- Langkah itu diharapkan meminimalisir risiko dampak cuaca ekstrem, sekaligus mewujudkan kawasan bantaran sungai yang lebih layak huni dan tertata.
- Pemkot Yogyakarta berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak untuk langkah percepatan perbaikan.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Puncak musim penghujan dan cuaca ekstrem yang melanda Kota Yogyakarta dalam kurun beberapa pekan terakhir, berdampak pada deretan insiden kebencanaan.
Selain fokus pada penanganan darurat, Pemkot Yogyakarta memastikan program penataan pemukiman pinggir sungai melalui skema M3K (Mundur, Munggah, Madhep Kali) terus berlanjut.
Langkah ini diambil menyusul adanya sejumlah kerusakan infrastruktur akibat luapan air sungai.
Salah satunya ambrolnya talut Kali Buntung, di perbatasan Bumijo dan Bangunrejo, Sabtu (19/1/2026) lalu.
Dengan upaya kolaboratif, Pemkot Yogyakarta berharap risiko dampak cuaca ekstrem dapat diminimalisir, sekaligus mewujudkan kawasan bantaran sungai yang lebih layak huni dan tertata.
Percepatan Perbaikan
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak untuk melakukan percepatan perbaikan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur di titik-titik rawan tidak lagi sekadar menggunakan bronjong, melainkan konstruksi permanen.
"Antisipasinya segera kita lakukan. Kami sudah berkoordinasi dan bekerja sama dengan Kepala Balai (BBWS). Dari pihak kota juga sudah menyiapkan anggaran," ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Baca juga: Yogyakarta Kini Punya Komunitas Peduli Sungai, Jadi Ujung Tombak Pelestarian Lingkungan
Selain insiden talut longsor, Wali Kota juga menyebut, ada sebagian area perumahan yang bagian bawahnya mengalami pengikisan akibat terjangan banjir.
Ia menegaskan, penanganan di wilayah sungai memerlukan ketelitian karena merupakan wewenang pusat (BBWS), namun Pemkot tetap proaktif dalam hal penganggaran dan eksekusi lapangan demi keamanan warga.
"Kita tidak lagi pakai bronjong (untuk perbaikan), tapi dengan pembangunan permanen agar lebih kuat menahan arus. Izin tetap ke Balai Besar karena itu wilayah sungai," ucapnya.
Solusi Jangka Panjang
Di samping perbaikan fisik talut, solusi jangka panjang yang terus didorong adalah penataan kawasan melalui konsep M3K yang sejatinya sudah digencarkan beberapa tahun terakhir.
Melalui konsep tersebut, Pemkot Yogyakarta akan memundurkan permukiman dari bibir sungai, menaikkan elevasi bangunan, hingga mengubah arah hadap rumah ke sungai.
Wali Kota menjelaskan, penataan dibagi ke dalam empat termin yang menyasar tiga sungai besar yang mengalir di wilayah Kota Yogyakarta, yakni Sungai Winongo, Sungai Code, dan Sungai Gajahwong.
| 7 Pejabat Internal Pemkot Lulus Seleksi Administrasi Calon Sekda Kota Yogyakarta, Ini Daftarnya |
|
|---|
| Pemkot Yogya Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas, Dialihkan untuk Revitalisasi Lapangan hingga Trotoar |
|
|---|
| Bursa Calon Sekda Kota Yogyakarta, Ada 8 Kandidat yang Mendaftar |
|
|---|
| Pemkot Yogyakarta Targetkan Tiap Kelurahan Punya Sekolah Lansia, Buka Peluang Kolaborasi |
|
|---|
| Gelombang Rossby Ekuatorial Pengaruhi Intensitas Hujan di DIY, Ini Penjelasan BMKG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Wali-Kota-Yogyakarta-Hasto-Wardoyo-812026.jpg)