Bantuan Sapi dari Pemkab Kulon Progo Berpotensi Batal Akibat Merebaknya PMK
Jika bantuan ternak tetap disalurkan maka potensi penyebaran PMK di Kulon Progo dikhawatirkan semakin meningkat.
Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Pengambilan sampel liur dari sapi oleh petugas Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo di Kapanewon Wates, belum lama ini.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, DPP Kulon Progo, Yuriati mengatakan kasus PMK mulai menunjukkan tren peningkatan sejak awal 2026 ini.
Minggu ini tercatat sebanyak 36 sapi terpapar PMK.
Ia menyatakan tak ada temuan sapi yang mati karena PMK.
Menurutnya, gejala PMK kali ini terbilang lebih ringan karena peternak sudah lebih tahu cara pencegahan hingga penanganannya.
"Apalagi kebanyakan sapi sudah divaksin sehingga penyebaran kasusnya bisa lebih terkendali," jelas Yuriati.(*)
Baca Juga
| Cerita Adhisaka, Wisudawan UMBY yang Tunggangi Sapi saat Acara Wisuda |
|
|---|
| FTI UAJY Serahkan Aplikasi Geotagging ke Pemkab Kulon Progo untuk Pemetaan Potensi Daerah |
|
|---|
| Pemkab Kulon Progo Belum Tentukan Skema WFH, Terkendala Atur Presensi Hingga Kinerja |
|
|---|
| Viral Disebut Mirip Pengonsumsi Pil Sapi Asal Magelang, Selebgram Bantul Teojogsel Jalani Tes Urine |
|
|---|
| Pemkab Kulon Progo Lepas 384 Calon Jemaah Haji 2026, Mayoritas Kelompok Usia Lanjut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pengambilan-sampel-liur-di-Kulon-Progo.jpg)