Disdikpora Kulon Progo Catat Sebanyak 104 Orang Alami Keracunan Makanan di Sentolo
Hingga pukul 11.00 WIB, tercatat sebanyak 104 orang yang mengalami keracunan, dengan 10 orang rawat inap
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Berdasarkan laporan dari 4 faskes, jumlah korban keracunan MBG di Sentolo, Kulon Progo per pukul 11.00 WIB, Rabu (21/01/2026), tercatat sebanyak 104 orang.
- Sebanyak 10 orang di antaranya dilaporkan harus rawat inap diduga akibat keracunan MBG di Sentolo
- Dinkes Kulon Progo telah mengirimkan sampel makanan ke Balai Besar Labkesmas di Kota Yogyakarta.
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Jumlah korban keracunan makanan diduga akibat makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kapanewon Sentolo, Kulon Progo terus bertambah. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo mencatat adanya penambahan tersebut.
Sekretaris Disdikpora Kulon Progo, Nur Hadiyanto mengatakan pembaruan data terakhir dilakukan pada pukul 11.00 WIB, Rabu (21/01/2026).
"Hingga pukul 11.00 WIB, tercatat sebanyak 104 orang yang mengalami keracunan, dengan 10 orang rawat inap," kata Nur Hadi dihubungi Rabu petang.
Data laporan faskes
Sebanyak 104 orang ini diketahui berdasarkan laporan dari 4 fasilitas kesehatan (faskes). Paling banyak berada di Puskesmas Sentolo I dengan 72 pasien, menyusul RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo sebanyak 16 pasien.
Selanjutnya Klinik Pengasih Husada sebanyak 9 pasien dan RS Queen Latifa Sentolo sebanyak 7 pasien. Nur Hadi mengatakan ratusan korban keracunan berasal dari 37 sekolah penerima.
"Semua pasien rawat inap saat ini kondisinya semakin stabil dan sudah banyak yang pulang hari ini," ujarnya.
Nur Hadi menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo. Baik untuk penanganan pasien maupun pengambilan sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kirim sampel ke lab
Kepala Dinkes Kulon Progo, Susilaningsih mengatakan pihaknya juga mengamankan sampel makanan MBG yang dibuat oleh SPPG Kaliagung, kemarin. Seluruh sampel dikirimkan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Kota Yogyakarta pada hari ini.
"Proses pengujiannya bisa berlangsung seminggu, saat ini kami hanya bisa menunggu hasilnya seperti apa," jelasnya.
Menurut Susilaningsih, hasil uji lab akan menjadi titik terang apakah keracunan disebabkan oleh bakteri dari makanan. Atau bisa saja terdapat faktor lain yang jadi penyebabnya.
Ia pun memastikan bahwa seluruh korban keracunan akan menjadi tanggung jawab dari Badan Gizi Nasional (BGN). Termasuk untuk menalangi biaya pengobatannya.
"Kami dari Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten juga masih terus melakukan pemantauan," kata Susilaningsih.(alx)
| Menabung Selama 30 Tahun, Pedagang Tempe dari Panjatan Kulon Progo Akhirnya Bisa Naik Haji |
|
|---|
| Kankemenhaj Kulon Progo Pastikan Jemaah Risiko Kesehatan Tinggi Akan Didampingi Penuh Selama Berhaji |
|
|---|
| Mahasiswa Teknik Geologi UPNVY Gelar Aksi Bersih-bersih dan Tanam Pohon di Pantai Trisik Kulon Progo |
|
|---|
| Kisah Jemaah Haji Termuda Kulon Progo, Berangkat Gantikan Almarhum Ayah |
|
|---|
| Muhammad Suryo Bangun Masjid di Temon Kulon Progo untuk Kenang Mendiang Istri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Dugaan-keracunan-MBG-di-SDN-Sentolo-KP.jpg)