Perbarindo DIY Pastikan Prinsip Kehati-hatian dalam Penyaluran Kredit
BPR di DIY selalu mengecek Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebelum melakukan penyaluran kredit.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) DIY, memastikan penerapan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit.
Ketua DPD Perbarindo DIY, Wulfram Margono mengatakan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di DIY selalu mengecek Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebelum melakukan penyaluran kredit.
Menurut dia, SLIK merupakan pintu gerbang utama, sekaligus salah satu kriteria kelayakan kreditur.
Asal lancar
"Kalau SLIK itu kita cek awal. Kalau jelek ya tidak kita follow up, kalau baik ya kita follow up. Bukan berarti tidak boleh punya hutang. Boleh punya hutang, asalkan lancar," katanya, Selasa (20/1/2026).
Ia mengungkapkan tidak sedikit nasabah yang terpaksa ditolak pengajuan kredit karena SLIK bermasalah. Salah satunya karena pinjaman daring.
"Banyak (pengajuan kredit terganjal pindar), ya tidak di-follow up," ungkapnya.
Ia menilai manajemen risiko yang baik merupakan kunci penyaluran kredit.
Wulfram mengklaim penyaluran kredit di BPR tumbuh positif. Mayoritas penyaluran kredit di sektor perdagangan.
Kredit untuk SPPG
Namun belakangan ia mencatat ada pengajuan kredit untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sejak program makan bergizi gratis (MBG) dicanangkan, permintaan kredit untuk keperluan SPPG mulai meningkat.
Ia menambahkan keunggulan kredit di BPR ialah penyalurannya yang relatif cepat. Sebab langsung bertemu dengan pemutus kredit.
"Yang pasti begini, BPR itu adalah langsunh ketemu pemutus kredit. Jadi kalau pada plafon tertentu, kalau bank umum harus berjenjang. Tetapi kalau BPR, begitu ada permohonan, kemudian kita survei. Kalau begitu ya (memenuhi syarat), kita eksekusi," imbuhnya. (maw)
| TKA SD di Sleman Tuai Keluhan: Soal Dinilai Susah, Disebut Mirip Hendak Olimpiade |
|
|---|
| Tersangka Korupsi BUKP Tempel Segera Ditetapkan, Tunggu Gelar Perkara di Polda DIY |
|
|---|
| Pengurus SOKSI DIY Hasil Revitalisasi Resmi Dilantik, Siap Perkuat Partai Golkar |
|
|---|
| Kenaikan Harga Plastik Menggerus Pendapatan UMKM, Ekonom UGM Desak Keberpihakan Pemerintah |
|
|---|
| Reaksi BGN setelah Puluhan Siswa di Bantul Kembali Mengalami Keracunan Diduga Akibat Menu MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/88-Kalimat-Pinjam-Uang-ke-Teman-Dikemas-Guyonan-Tetap-Akrab-Dana-Langsung-Cair.jpg)