Refleksi Milad ke-83, Rektor UII Tekankan Pentingnya Inovasi dan Pengabdian
Prof. Fathul Wahid, menyampaikan laporan tahunan yang memaparkan berbagai lompatan prestasi, serta data-data krusial sepanjang setahun
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM - Universitas Islam Indonesia (UII) memperingati milad ke-83 dengan menggulirkan Rapat Terbuka Senat, Senin (19/1/26).
Pada kesempatan itu, Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, menyampaikan laporan tahunan yang memaparkan berbagai lompatan prestasi, serta data-data krusial sepanjang setahun terakhir.
Di usia yang semakin matang, salah satu kampus nasional tertua di Indonesia ini menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang unggul di kancah domestik dan internasional.
Dalam laporannya, Fathul Wahid mengungkapkan, bahwa minat masyarakat untuk menempuh studi di UII tetap tinggi di tengah persaingan ketat perguruan tinggi.
Ia mencatat, jumlah mahasiswa aktif mencapai lebih dari 26.000 mahasiswa, yang tersebar di berbagai jenjang, mulai dari Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), Doktor (S3), hingga Program Profesi.
"Kami bersyukur kepercayaan masyarakat terus terjaga. Pada tahun akademik terakhir, jumlah pendaftar mencapai angka sangat signifikan, menunjukkan relevansi kurikulum UII dengan kebutuhan zaman," ujarnya.
Salah satu poin yang ditekankan dalam laporannya adalah, peningkatan kualitas SDM dan produktivitas ilmiah dengan memacu para dosen untuk mencapai gelar akademik tertinggi.
Sebagai informasi, UII dewasa ini sudah memiliki lebih dari 40 profesor, sebuah angka yang terus tumbuh signifikan dibanding tahun sebelumnya.
"Lebih dari 35 persen dari total dosen tetap UII kini telah bergelar Ph.D atau Doktor. Lalu, sepanjang tahun 2025, civitas akademika UII telah menghasilkan lebih dari 800 artikel ilmiah yang terindeks di database bereputasi seperti Scopus dan Web of Science," cetusnya.
Selain ragam angka dan capaian akademik, rektor juga menyoroti peran UII dalam pengabdian masyarakat berbasis teknologi.
Melalui skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan dana hibah internal, UII telah mengucurkan miliaran rupiah untuk pemberdayaan masyarakat di DIY dan sekitarnya.
"Digitalisasi kampus bukan sekadar tren, tapi kebutuhan. Sistem informasi terintegrasi kita kini memfasilitasi hampir 100 persen layanan akademik dan administratif, yang berdampak langsung pada efisiensi operasional kampus," ucapnya.
Menutup laporannya, Fathul menegaskan, bahwa tantangan ke depan, terutama terkait kecerdasan buatan (AI) dan perubahan iklim, akan menjadi fokus pengembangan kurikulum UII ke depan.
Menurutnya, inovasi harus digulirkan untuk meningkatkan efisiensi, sekaligus memberikan kemudahan bagi seluruh civitas akademika.
"Usia 83 tahun adalah momentum untuk melompat lebih tinggi. Kami ingin memastikan setiap lulusan UII bukan hanya mahir secara teknis, tapi juga memiliki kedalaman akhlak sebagaimana cita-cita para pendiri universitas ini," pungkasnya. (aka)
| Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Rektor UII: Bukti Agresi Israel Langgar Hukum Internasional |
|
|---|
| UIN Sunan Kalijaga Raih Peringkat 37 Dunia QS World University Rankings |
|
|---|
| Unisa Yogyakarta Kantongi Izin Pembukaan Prodi S2 Fisioterapi |
|
|---|
| Soroti Kondisi Geopolitik hingga Kebijakan Luar Negeri Indonesia, Ini Pernyataan Sikap UGM dan UII |
|
|---|
| UII Yogyakarta Keluarkan Pernyataan Sikap, Soroti Kebijakan Luar Negeri hingga Demokrasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Refleksi-Milad-ke-83-Rektor-UII-Tekankan-Pentingnya-Inovasi-dan-Pengabdian.jpg)