Diskusi Web3 di Yogyakarta Tekankan Sport-Tech dan Gaming sebagai Medium Adopsi Nyata

Perkembangan teknologi Web3 dinilai memasuki fase baru dengan penekanan pada adopsi nyata di luar perdagangan aset kripto.

TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
DISKUSI - Diskusi panel “Web3 Game On: Real Adoption Through Sport-Tech & Community Ecosystem” yang digelar di Yogyakarta, Sabtu (18/1), membahas pergeseran pemanfaatan Web3 dari sekadar perdagangan aset kripto menuju adopsi nyata melalui sektor sport-tech dan gaming, dengan melibatkan pelaku proyek Web3, pedagang aset kripto, dan komunitas. 

Ringkasan Berita:
  • Perkembangan teknologi Web3 dinilai memasuki fase baru dengan penekanan pada adopsi nyata di luar perdagangan aset kripto.
  • Sektor sport-tech dan gaming disebut menjadi pintu masuk penting untuk memperluas pemanfaatan Web3 dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perkembangan teknologi Web3 dinilai memasuki fase baru dengan penekanan pada adopsi nyata di luar perdagangan aset kripto.

Sektor sport-tech dan gaming disebut menjadi pintu masuk penting untuk memperluas pemanfaatan Web3 dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.

Pandangan tersebut mengemuka dalam diskusi panel offline bertajuk “Web3 Game On: Real Adoption Through Sport-Tech & Community Ecosystem” yang digelar di Yogyakarta, Sabtu (17/1/2026) kemarin.

Acara ini menghadirkan diskusi lintas perspektif dari pelaku proyek Web3, komunitas, dan pedagang aset kripto sebagai bagian dari ekosistem penggerak adopsi Web3 di Indonesia.

Diskusi dimoderatori oleh Cryptosiast dan menghadirkan tiga narasumber, yakni perwakilan dari DRX Token, Tokocrypto, serta komunitas Cryptosiast.

Para panelis membahas bagaimana Web3 dapat diadopsi secara nyata dan berkelanjutan, tidak berhenti sebagai objek spekulasi atau tren pasar sesaat.

Para panelis sepakat bahwa adopsi Web3 yang sesungguhnya tidak dapat diukur dari tingginya volume perdagangan atau euforia pasar.

Relevansi teknologi

Ukuran utama adopsi dinilai terletak pada relevansi teknologi dengan kebutuhan pengguna serta konsistensi penggunaannya dalam aktivitas sehari-hari. 

Pengalaman yang memberikan nilai nyata dan dapat digunakan secara berulang menjadi kunci utama adopsi jangka panjang.

Web3 Marketing Manager DRX Token, Bariq Hasnan, menjelaskan bahwa DRX Token tidak diposisikan hanya sebagai token, melainkan sebagai bagian dari ekosistem sport-tech yang menghubungkan olahraga, mini game, dan komunitas dalam satu pengalaman terintegrasi. 

Pendekatan community-driven dan gamification diterapkan agar pengguna tetap aktif dan terlibat, tidak hanya bergantung pada kondisi pasar kripto.

Dari sisi pedagang aset kripto, Business Development & Research Tokocrypto, Indriana, menyoroti tantangan besar dalam mendorong pengguna untuk beralih dari aktivitas trading menuju pemahaman dan penggunaan ekosistem Web3 secara menyeluruh. 

Kompleksitas teknis, mulai dari penggunaan dompet digital, pengelolaan private key, gas fee, hingga risiko salah jaringan, penipuan, dan interaksi kontrak berbahaya, masih menjadi hambatan utama bagi pengguna pemula.

“Mindset sebagian besar pengguna masih berorientasi pada trading dan profit jangka pendek. Padahal, Web3 menekankan partisipasi aktif, pemanfaatan utility, serta konsep kepemilikan aset digital. Peran pedagang aset kripto menjadi penting sebagai gerbang awal yang aman, sekaligus penyedia edukasi dasar terkait Web3 dan risikonya,” kata Indriana.

Jadi jembatan

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved