Berita Sleman

Revitalisasi Tiga Pasar Tua di Sleman: Alasan Wisata dan Exit Tol Jogja

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman mengajukan usulan revitalisasi pasar tradisional kepada pemerintah pusat.

Tayang:
Tribunjogja.com/perindag.slemankab.go.id
RENCANA REVITALISASI: Tiga pasar yang masuk dalam daftar prioritas untuk direvitalisasi, yaitu Pasar Ngino, Pasar Kebonagung, dan Pasar Pakem. 

 

Ringkasan Berita:
  • Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman mengusulkan revitalisasi tiga pasar: Ngino, Kebonagung, dan Pakem. Fokus revitalisasi untuk wisatawan, exit tol, serta perbaikan bangunan tua.

 

Tribunjogja.com Sleman --- Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman mengajukan usulan revitalisasi pasar tradisional kepada pemerintah pusat. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, menyampaikan bahwa terdapat tiga pasar yang masuk dalam daftar prioritas untuk direvitalisasi, yaitu Pasar Ngino, Pasar Kebonagung, dan Pasar Pakem.

Menurut Mae Rusmi, revitalisasi ini sangat penting mengingat kondisi bangunan pasar yang sudah berusia tua dan membutuhkan perbaikan menyeluruh. 

Ia menegaskan bahwa revitalisasi bukan hanya sekadar memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan fungsi pasar sebagai pusat ekonomi rakyat sekaligus mendukung potensi wisata dan aksesibilitas wilayah.

Tiga Pasar yang Masuk Usulan Revitalisasi:

  1. Pasar Ngino

Berada di wilayah barat Sleman.

Tepatnya Pasar Ngino yang berlokasi di desa Ngino, Margoagung, Seyegan, Sleman yang merupakan kawasan yang cukup ramai karena berada tepat di jantung kecamatan Seyegan.

Revitalisasi diarahkan untuk menyambut keberadaan exit tol yang akan meningkatkan arus mobilitas masyarakat.

Diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang lebih modern dan tertata.

2. Pasar Kebonagung

Lokasinya juga di wilayah barat Sleman.

Revitalisasi diperlukan agar pasar mampu menampung peningkatan aktivitas perdagangan akibat akses tol.

Pasar ini diharapkan menjadi penopang ekonomi lokal dengan fasilitas yang lebih layak.

3. Pasar Pakem

Terletak di wilayah utara Sleman.

Revitalisasi diarahkan untuk mendukung sektor pariwisata karena kawasan utara Sleman dikenal sebagai destinasi favorit wisatawan.

Pasar Pakem diharapkan menjadi pasar wisata yang mampu menarik pengunjung dengan konsep lebih modern, bersih, dan ramah wisatawan.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian & PerdaganganKabupaten Sleman, total pedagang aktif di pasar ini mencapai 731 orang, terdiri atas 83 pedagang kios, 527 pedagang los tetap, dan 121 pedagang los sementara. 

Selain itu, terdapat 372 pedagang di luar dasaran yang turut menghidupkan kawasan pasar, menjadikannya sebagai salah satu pasar dengan jangkauan dan keberagaman komoditas paling luas di wilayah Sleman. 

Bahkan, pedagang tidak hanya berasal dari Kapanewon Pakem, tetapi juga dari Kulon Progo dan Magelang, menambah variasi barang dan kuliner yang dijajakan.

UGR Tol Jogja–Bawen Rp76 Miliar Tuntas di Magelang, Lanjut Awal 2026

Pertimbangan Revitalisasi

Mae Rusmi menjelaskan bahwa salah satu alasan utama pengajuan revitalisasi adalah usia bangunan pasar yang relatif tua. 

Kondisi fisik pasar dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan perbaikan agar tetap bisa berfungsi optimal.

Selain itu, revitalisasi juga mempertimbangkan potensi ekonomi dan pariwisata. 

Pasar Pakem diarahkan untuk mendukung wisatawan, sementara Pasar Ngino dan Kebonagung diproyeksikan menjadi pusat perdagangan yang strategis dengan adanya akses tol baru.

Meski usulan sudah diajukan, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman belum bisa memastikan kapan revitalisasi akan dilaksanakan. 

Hal ini karena keputusan dan pendanaan sepenuhnya bergantung pada kebijakan pemerintah pusat.

Mae Rusmi menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut. 

Target revitalisasi belum bisa ditentukan hingga ada kepastian dari pusat mengenai alokasi anggaran dan jadwal pelaksanaan.

Revitalisasi tiga pasar di Sleman, yaitu Pasar Ngino, Pasar Kebonagung, dan Pasar Pakem, menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus mendukung sektor pariwisata.

Usulan ini sudah diajukan ke pemerintah pusat, namun pelaksanaannya masih menunggu keputusan dan pendanaan.

Dengan revitalisasi, pasar tradisional di Sleman diharapkan tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, pariwisata, dan identitas budaya daerah. 

Data Pasar di Sleman

Berdasarkan data resmi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, terdapat 43 pasar rakyat yang tersebar di seluruh wilayah Sleman.

Pasar-pasar ini menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, menyediakan kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi ruang interaksi sosial.

Sebaran Pasar

  • Total pasar rakyat: 43 unit
  • Jumlah pedagang: lebih dari 12.000 pedagang aktif
  • Lokasi: tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Sleman.
  • Jenis pasar: sebagian besar pasar tradisional, dengan beberapa pasar yang diarahkan untuk mendukung wisata dan akses tol.

Berikut daftar pasar rakyat di Kabupaten Sleman berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman: 

Daftar Pasar Rakyat di Sleman

  1. Pasar Godean
  2. Pasar Condongcatur
  3. Pasar Pakem
  4. Pasar Ngino
  5. Pasar Kebonagung
  6. Pasar Prambanan
  7. Pasar Tempel
  8. Pasar Sleman
  9. Pasar Denggung
  10. Pasar Cebongan
  11. Pasar Gentan
  12. Pasar Turi
  13. Pasar Berbah
  14. Pasar Sambilegi
  15. Pasar Cangkringan
  16. Pasar Kalasan
  17. Pasar Moyudan
  18. Pasar Mlati
  19. Pasar Tridadi
  20. Pasar Sidorejo
  21. Pasar Jangkang
  22. Pasar Jambon
  23. Pasar Jombor
  24. Pasar Karangnongko
  25. Pasar Kuncen
  26. Pasar Lempongsari
  27. Pasar Margorejo
  28. Pasar Mangkubumi
  29. Pasar Ngemplak
  30. Pasar Padasan
  31. Pasar Pandowoharjo
  32. Pasar Piyungan (wilayah perbatasan Sleman–Bantul, tetap tercatat)
  33. Pasar Pogung
  34. Pasar Rejodani
  35. Pasar Sumberadi
  36. Pasar Tegalsari
  37. Pasar Tlogoadi
  38. Pasar Tlogorejo
  39. Pasar Tlogoadi Baru
  40. Pasar Tlogoadi Lama
  41. Pasar Tlogoadi Tengah
  42. Pasar Tlogoadi Selatan. (*)

 


 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved