Antisipasi Potensi Banjir, BPBD DIY Dorong Warga Bersihkan Drainase Secara Komunal

BPBD DIY terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota untuk menyiagakan potensi bencana hidrometeorologi.

Tayang:
Istimewa/Dok. Istimewa/tangkapan layar dari media sosial.
BANJIR - Wilayah Bantul selatan dilanda banjir akibat hujan deras dengan intensitas lama, Sabtu (27/12/2025). BPBD DIY mendorong warga bersihkan drainase secara komunal untuk mengantisipasi banjir 

Ringkasan Berita:
  • Pembersihan drainase secara komunal penting dilakukan untuk mencegah genangan dan banjir akibat hujan deras
  • BPBD DIY mengimbau masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi saat puncak musim penghujan

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Antisipasi banjir menjadi perhatian BPBD DIY seiring perpanjangan status siaga darurat bencana hidrometeorologi, dengan mendorong warga melakukan pembersihan drainase secara komunal melalui kerja bakti kampung di wilayah rawan genangan.

Status siaga darurat bencana hidrometeorologi di DIY resmi diperpanjang hingga 19 Maret 2026.

Perpanjangan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur DIY Nomor 432 Tahun 2025 sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem akibat meningkatnya curah hujan.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, mengatakan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak curah hujan di DIY terjadi pada Januari hingga Februari.

Pada dasarian II, potensi hujan berada pada skala menengah hingga tinggi, meski belum masuk kategori ekstrem. 

“Jadi kalau menurut prediksi BMKG memang di Januari–Februari ini kan curah hujan puncaknya di tahun ini. Nanti pada dasarian tiga cuma sampai menengah. Jadi dasarian dua ini curah hujannya menengah sampai ke tinggi,” ujarnya, Senin (12/1/2026).

Langkah Koordinasi

BPBD DIY terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota untuk menyiagakan potensi bencana hidrometeorologi.

Pemerintah provinsi juga menyiapkan tim reaksi cepat (TRC) untuk melakukan dukungan apabila terjadi kondisi darurat di daerah.

Ruruh menilai, selama Januari, curah hujan telah menimbulkan sejumlah permasalahan di beberapa wilayah, terutama di Kabupaten Gunungkidul.

Menurut Ruruh, pembersihan drainase secara komunal penting dilakukan untuk mencegah genangan dan banjir, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa DIY memiliki potensi bencana yang cukup tinggi.

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui kerja bakti kampung maupun kegiatan gotong royong lainnya.

“Jadi supaya kita selalu waspada terhadap situasi cuaca yang kita hadapi,” katanya.

Waspada Pohon Tumbang

Selain drainase, BPBD DIY juga meminta masyarakat memperhatikan keberadaan pohon-pohon tinggi dan rapuh yang berpotensi tumbang saat hujan dan angin kencang.

Warga diminta melaporkan atau melakukan pemangkasan secara mandiri jika memungkinkan agar tidak membahayakan keselamatan. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved