UGM Pasang EWS Untuk Deteksi Dini Banjir di Bener Meriah Aceh

Pemasangan EWS dari tim UGM tersebut bertujuan untuk mengantisipasi banjir susulan di wilayah Bener Meriah Aceh

Dokumentasi untuk Tribun Jogja/Dok. UGM
PERINGATAN DINI - UGM pasang sistem peringatan dini banjir di Lampahan Timur, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Univeristas Gadjah Mada (UGM) memasang memasang sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) bencana banjir di Lampahan Timur, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh

Dosen Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM, Dr. Sc. Adhy Kurniawan, S.T., mengatakan pemasangan EWS tersebut bertujuan untuk mengantisipasi banjir susulan di wilayah tersebut. 

Lampahan Timur dipilih karena hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut.

Aliran sungai yang masih tertutup material sisa banjir menyebabkan luapan air hingga merendam kawasan permukiman warga. 

"Pemilihan lokasi pemasangan EWS didasarkan pada kejadian banjir susulan akhir tahun 2025 di Desa Lampahan Timur,” katanya. 

Sistem EWS ini dirancang mandiri energi dengan panel surya, dilengkapi sensor ketinggian muka air, CCTV pemantauan sungai, serta sirine peringatan yang dapat didengar warga saat potensi banjir meningkat.

Adhy menjelaskan sistem EWS bekerja dengan membaca fluktuasi atau perubahan elevasi muka air sungai.

Sensor akan mengirimkan data ke sistem, sehingga ketika ketinggian air melewati ambang batas yang ditentukan, sirine akan otomatis berbunyi.

Baca juga: Fisipol UGM Kirim 12 Mahasiswa ke Aceh Sebagai Relawan Pendidikan Melalui Program Fisipol Mengajar

Sistem peringatan dini tersebut juga dilengkapi dua pengeras suara yang menghadap ke arah berbeda.

Dengan demikian, suara peringatan dapat terdengar di lebih dari satu kawasan permukiman. 

Selain itu, CCTV memungkinkan pemantauan visual kondisi sungai secara berkala, dengan rekaman yang dapat diakses melalui laman pemantauan. 

“Harapannya, saat sirine berbunyi, warga sudah paham itu tanda muka air naik dan harus bersiap, misalnya mengamankan barang-barang penting,” terangnya.

Bersifat fleksibel, EWS ini nantinya dapat direlokasi  ke tempat yang diperlukan.

Apalagi alat ini sudah dilengkapi GPS yang akan otomatis menyesuaikan lokasi baru. 

“Alat ini kami serahterimakan ke masyarakat, karena konsep dari sistem peringatan dini itu yang penting dia berfungsi sebelum kejadian bencana untuk memberikan peringatan. Bisa saja nanti dikembangkan jadi beberapa titik dan dipantau lewat satu dashboard, tapi itu bertahap," pungkasnya. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved