Fisipol UGM Kirim 12 Mahasiswa ke Aceh Sebagai Relawan Pendidikan Melalui Program Fisipol Mengajar

Melalui program Fisipol Mengajar, para mahasiswa akan berkontribusi dalam upaya pemulihan dan rehabilitasi pendidikan.

Istimewa/Dok. UGM
RELAWAN PENDIDIKAN: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengirim 12 mahasiswanya ke Aceh sebagai relawan pendidikan melalui program Fisipol Mengajar. 
Ringkasan Berita:
  • Fisipol UGM mengirim 12 mahasiswanya ke Aceh melalui program Fisipol Mengajar, untuk berkontribusi dalam upaya pemulihan dan rehabilitasi pendidikan.
  • Harapannya para relawan pendidikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Aceh yang sedang dalam pemulihan

 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) bakal mengirim 12 mahasiswanya ke Aceh.

Melalui program Fisipol Mengajar, para mahasiswa akan berkontribusi dalam upaya pemulihan dan rehabilitasi pendidikan.

Relawan pendidikan

Dekan Fisipol UGM, Dr. Wawan Mas’udi mengatakan 12 mahasiswa tersebut akan dikirimkan di dua wilayah berbeda, yaitu Bireuen dan Pidie Jaya. Nantinya, para relawan pendidikan ini akan bertugas mulai 10 Januari hingga 8 Februari 2026.

"Harapannya para relawan pendidikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Aceh yang sedang dalam pemulihan," katanya, Selasa (6/1/2026). 

Pogram Fisipol Mengajar mendapat respons positif dari mahasiswa. Lebih dari 90 mahasiswa mendaftarkan diri dan mengikuti seleksi berjenjang. 

"Dari yang mendaftar, terpilih 12 mahasiswa yang dinilai siap untuk terjun langsung ke lapangan," sambungnya. 

Pembekalan

Untuk memastikan kesiapan mahasiswa, pihaknya juga memberikan pembekalan dan pelatihan. Salah satunya terkait dengan teknik jotting sebagai bagian dari field note dalam kerja lapangan. 

Jotting merupakan teknik observasi dengan menggunakan catatan singkat atau quick notes yang bersifat intermediat.

Catatan ini berfungsi sebagai data primer yang bersifat spontan dan merekam kondisi pada saat kejadian, sehingga dinilai lebih akurat dan jujur dalam menangkap realitas lapangan.

Melalui teknik ini, observasi yang dilakukan dapat menjadi bahan refleksi para relawan sepulang dari lokasi. 

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sulit, S. Sos., M. Si menyebut program Fisipol Mengajar menjadi momentum penting bagi sivitas akademika Fisipol UGM untuk melakukan asesmen etnografis terhadap berbagai persoalan dan perubahan sosial di wilayah pascabencana.

“Hasil asesmen tersebut tentunya diharapkan dapat menjadi pijakan bagi fakultas dalam pengembangan riset ke depan, termasuk penguatan kegiatan akademik dan penelitian berbasis lapangan,” ujarnya. (maw) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved