Superflu

Varian Superflu: Pakar UGM Ingatkan Risiko Fatal bagi Kelompok Rentan

- Sebanyak 62 kasus Influenza A subclade K atau dikenal sebagai Superflu telah ditemukan di Indonesia.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Iwan Al Khasni
PEXELS/cedric-fauntleroy
Sebanyak 62 kasus Influenza A subclade K atau dikenal sebagai Superflu telah ditemukan di Indonesia. Kasus terbanyak dilaporkan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. 

Ada potensi sistem imun tidak mampu melawan varian baru, sehingga penularan bisa terjadi lebih cepat.

Hal ini menjadi alasan mengapa masyarakat tetap perlu waspada meski belum ada bukti peningkatan keparahan.

Langkah Pencegahan

Tri menekankan pentingnya langkah pencegahan sederhana untuk mengurangi risiko penularan Superflu:

  • Menerapkan etika batuk yang baik.
  • Menggunakan masker bagi yang sedang mengalami gejala flu.
  • Mencuci tangan secara periodik.
  • Beristirahat cukup dan menjaga daya tahan tubuh.
  • Memastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik.

Selain itu, vaksinasi influenza tetap dianjurkan terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.

Evolusi Flu 

Varian Influenza A subclade K atau Superflu memang belum terbukti lebih berbahaya dibandingkan flu musiman, namun tetap memiliki potensi menimbulkan masalah kesehatan serius. 

Dengan 62 kasus terdeteksi di Indonesia dan satu kematian tercatat, kewaspadaan masyarakat menjadi hal penting.

Pakar UGM menegaskan bahwa pencegahan melalui perilaku sehat, penggunaan masker, serta vaksinasi bagi kelompok rentan adalah langkah utama untuk mengurangi risiko. 

Superflu menjadi pengingat bahwa virus influenza terus berevolusi, dan masyarakat harus tetap waspada menghadapi kemungkinan pandemi di masa depan. (hda)

Satu Balita di DIY Terpapar Superflu

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved