Tersembunyi di Sleman, 6 Candi Kuno dan Sejarahnya yang Jarang Diketahui
Tidak hanya Prambanan, Sleman menyimpan candi-candi kuno yang tersembunyi. Terkubur lahar, hingga berdiri di atas bukit dengan sejarah menakjubkan.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Secara arsitektur, Candi Kedulan memiliki kemiripan dengan Candi Sambisari, namun menghadap ke arah timur.
Hal ini berdasarkan temuan arca Ganesa yang berada di sisi barat candi.
Temuan prasasti tentang sistem irigasi kuno menunjukkan tingginya peradaban pertanian masa itu.
Berbagai arca Hindu seperti Lingga-Yoni, Durga, Ganesa, dan Agastya juga turut memperkaya nilai sejarah situs ini.
4. Candi Morangan
Situs purbakala yang bercorak Hindu ini terletak di Dusun Morangan, Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman.
Candi ini ditemukan dalam kondisi terpendam sekitar 2,5 meter di bawah permukaan tanah akibat erupsi Gunung Merapi.
Diperkirakan dibangun pada abad ke-9 hingga ke-10 Masehi pada masa Kerajaan Mataram Kuno.
Candi Morangan berada tidak jauh dari aliran Kali Gendol dan kini dikelilingi permukiman warga.
Kompleks candi terdiri atas satu candi induk dan satu candi perwara yang disusun dari batu andesit.
Keunikan utama Candi Morangan terletak pada reliefnya yang indah dan detail.
Terutama relief fabel Tantri Kamandaka yang jarang dijumpai pada candi Hindu.
Meski belum sepenuhnya dipugar, relief-relief yang menggambarkan kehidupan religius, simbol kerajaan, dan kisah moral.
Masih dapat diamati dan menjadi daya tarik utama situs ini.
4. Candi Kalasan
Candi Kalasan merupakan candi bercorak Buddha tertua di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dibangun sekitar tahun 778 Masehi.
Candi ini terletak di Dusun Kalibening, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/suasana-candi-ijo-saat-matahari-terbenam.jpg)