Tersembunyi di Sleman, 6 Candi Kuno dan Sejarahnya yang Jarang Diketahui
Tidak hanya Prambanan, Sleman menyimpan candi-candi kuno yang tersembunyi. Terkubur lahar, hingga berdiri di atas bukit dengan sejarah menakjubkan.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Candi Sambisari merupakan salah satu peninggalan Hindu abad ke-9 yang memiliki keunikan karena terletak sekitar 6,5 meter di bawah permukaan tanah.
Candi ini ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1966 oleh seorang petani bernama Arjo Wiyono saat mencangkul di sawah.
Posisi candi yang terkubur disebabkan oleh timbunan lahar dingin Gunung Merapi ratusan tahun silam.
Kompleks Candi Sambisari terdiri atas satu candi induk dan tiga candi perwara yang tersusun rapi di tiga halaman bertingkat dan dikelilingi tembok.
Candi induk menghadap ke barat dengan struktur batu andesit serta dihiasi relief dan arca panteon Hindu, seperti Durga, Ganesa, dan Agastya.
Di dalam bilik utama juga terdapat lingga dan yoni berukuran besar sebagai simbol kesuburan.
Candi sambisari merupakan Cagar Budaya yang sangat langka dikarnakan jenis rancangannya yang unik dan sedikit jumlahnya di Indonesia.
Candi ini termasuk candi Klasik Tua yang menggabungkan arsitektur bangunan batu dan kayu.
Keunikan arsitektur dan sejarahnya menjadikan Candi Sambisari sebagai destinasi edukatif sekaligus wisata budaya yang menarik.
Lokasinya berada di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
3. Candi Kedulan
Candi Kedulan sering disebut sebagai saudara Candi Sambisari karena sama-sama ditemukan dalam kondisi terpendam di bawah permukaan tanah.
Situs bercorak Hindu ini terletak di Dusun Kedulan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, tidak jauh dari Candi Kalasan.
Candi Kedulan diperkirakan dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9 pada masa Kerajaan Mataram Kuno.
Bangunan candi ditemukan secara tidak sengaja pada 24 November 1993 oleh para penambang pasir.
Terkubur sedalam tiga hingga tujuh meter akibat timbunan lahar letusan besar Gunung Merapi pada awal abad ke-11.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/suasana-candi-ijo-saat-matahari-terbenam.jpg)