Satu Balita di DIY Terpapar Superflu
Influenza A H3N2 salah satu tipe virus flu musiman yang sering menyebabkan wabah dan cenderung berdampak berat, terutama pada lansia dan anak-anak.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Seorang balita di DIY terpapar Influenza A H3N2 subclade K (super flu), sempat dirawat di RS rujukan Sleman dan kini telah sembuh serta pulang ke rumah.
- Pasien tidak memiliki riwayat perjalanan jauh; awalnya mengalami pneumonia dan demam, lalu terdeteksi saat menjalani perawatan inap.
- Dinkes DIY dan Kemenkes mengimbau masyarakat menerapkan PHBS, memakai masker saat sakit, dan segera ke fasilitas kesehatan bila gejala memburuk.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seorang balita di DIY terpapar Influenza A H3N2 atau super flu.
Pasien yang terpapar super flu ini sempat dirawat di salah satu rumah sakit.
Saat ini, kondisi pasien sudah dinyatakan sembuh dan sudah pulang ke rumah.
Influenza A H3N2 salah satu tipe virus flu musiman yang sering menyebabkan wabah dan cenderung berdampak berat, terutama pada lansia dan anak-anak.
Subclade K adalah penanda genetik untuk membedakan mutasi terbaru dari H3N2.
Artinya, virus ini mengalami perubahan struktur gen yang bisa memengaruhi penularan dan respons imun.
Virus ini menular lewat percikan batuk/bersin, sehingga pencegahan utamanya adalah vaksin flu, menjaga kebersihan tangan, memakai masker saat sakit, dan istirahat cukup.
Dikutip dari Kompas.com, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIY, Dinkes DIY Ari Kurniawati membenarkan adanya seorang balita yang terpapar super flu ini.
“Kemarin kasus ini terjadi di banyak negara termasuk di Indonesia, terdeteksi disebutkan ada di beberapa provinsi salah satunya di DIY ada satu kasus,” ujar Ari, Selasa (6/1/2026).
Ari menyebut, terdeteksinya pasien yang terpapar super flu ini saat yang bersangkutan menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit yang ada di Sleman.
Setelah terdeteksi, tim medis langsung melakukan penanganan hingga akhirnya pasien dinyatakan sembuh.
“Penemuan saat rawat inap di rumah sakit rujukan di Sleman. Kasus itu dia sudah pulang membaik sudah pulang domisilinya kota (Yogyakarta),” kata dia.
Baca juga: Terdeteksi Sejak Agustus Lalu, Sudah Ada 62 Kasus Superflu di Indonesia
Tidak Pernah Melakukan Perjalanan Jauh
Berdasarkan hasil penelusuran, kata Ari, pasien yang terpapar super flu ini tidak pernah melakukan perjalanan jauh sehingga penyebab atau lokasi tertular super flu masih belum diketahui secara detail.
“Dia usia anak tidak kemana-mana kurang dari satu tahun,” kata dia.
Lanjut dia anak yang terpapar super flu ini awalnya mengalami pneumonia dan bergejala demam.
Karena gejala mengarah ke super flu lalu pihak fasilitas layanan kesehatan mengambil sampel dan dikirim ke laboratorium untuk dilakukan tes.
“Ciri-ciri demam ada gejala pernapasan (gangguan),” katanya.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta menggunakan masker agar terhindar dari super flu.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan gejala influenza A (H3N2) subclade K atau "super flu" yang patut diwaspadai lantaran varian baru ini umumnya muncul serupa dengan flu musiman.
"Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan," ujar Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, Prima Yosephine dalam keterangannya, dikutip Senin (5/1/2026).
Masyarakat diimbau untuk tetap berada di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk.
"Segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari," jelasnya.
Adapun, Kemenkes mencatat ada 62 kasus infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K atau super flu di Indonesia hingga Desember 2025 lalu.
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com.
| Awal 2026, Dinkes DIY Temukan 57 Kasus Campak |
|
|---|
| Dinkes DIY Perketat Pengawasan Psikotropika, Tegaskan 'Kartu Kuning' Bukan Pengganti Resep |
|
|---|
| Dinkes DIY Pastikan Belum Ada Infeksi Virus Nipah, Ini Imbauan untuk Warga |
|
|---|
| Kabupaten Bantul Catatkan Angka Tertinggi Kasus Leptospirosis di DIY Sepanjang 2025 |
|
|---|
| Varian Superflu: Pakar UGM Ingatkan Risiko Fatal bagi Kelompok Rentan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ilustrasi-foto-virus-flu-sakit-flu-masker-pakai-masker.jpg)