22 Mahasiswa Unisa Diduga Alami Keracunan Usai Santap Snack saat Studi di Pakem
Kasus dugaan keracunan pangan menimpa 22 mahasiswa Universitas 'Aisyah (UNISA) Yogyakarta saat melaksanakan kegiatan studi di Pakem
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 22 mahasiswa UNISA Yogyakarta diduga mengalami keracunan pangan saat kegiatan studi di RSJ Grhasia Pakem setelah mengonsumsi paket snack
- Seluruh mahasiswa terdampak telah mendapat penanganan medis di sejumlah rumah sakit dan kini dalam kondisi stabil. Kampus menyatakan bertanggung jawab penuh dan melakukan pendampingan.
- Dinas Kesehatan Sleman bersama Puskesmas Pakem tengah melakukan penyelidikan epidemiologi untuk menelusuri sumber keracunan.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kasus dugaan keracunan pangan menimpa 22 mahasiswa Universitas 'Aisyah (UNISA) Yogyakarta saat melaksanakan kegiatan studi di RS Grhasia Pakem.
Setelah mengonsumsi paket snack yang disediakan, puluhan mahasiswa tersebut dilaporkan mengalami muntah-muntah sehingga harus segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Yogyakarta, Wantonoro, Ph.D., menyampaikan bahwa pihak kampus terus memantau kondisi para mahasiswa yang bergejala secara intensif.
"UNISA Yogyakarta bertanggung jawab penuh terhadap mahasiswa yang terdampak. Seluruh mahasiswa telah mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhan, baik rawat jalan maupun rawat inap. Alhamdulillah, saat ini kondisi para mahasiswa dalam keadaan baik dan stabil,” ujar dia, melalui keterangannya, Sabtu (3/1/2026).
Peristiwa dugaan keracunan pangan tersebut diketahui terjadi pada Senin, 29 Desember 2025 di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ghrasia Pakem.
Dugaan keracunan diduga berasal dari snack yang dikonsumsi oleh mahasiswa saat kegiatan berlangsung.
Dampak dari kejadian tersebut, tercatat sebanyak 22 mahasiswa UNISA Yogyakarta mengalami gejala keracunan berupa muntah-muntah.
Pada Selasa, 30 Desember 2025, seluruh mahasiswa yang diduga mengalami keracunan telah mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke beberapa rumah sakit.
Rinciannya, 7 orang dirawat di RSJ Grhasia, 1 di RS Sakinah Idaman, 8 di RS Queen Latifa, 1 di RS Condong Catur, 4 di RS PKU Muhammadiyah Gamping dan 1 orang di RSUD Sleman.
Baca juga: UGM Bangun 100 Huntara di Aceh Utara, Libatkan Warga Lewat Pelatihan Konstruksi
Pihak kampus memastikan telah mengelola dan menangani seluruh mahasiswa terdampak secara maksimal, mulai dari proses evakuasi hingga pendampingan selama perawatan di masing-masing rumah sakit.
"Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menelusuri sumber dugaan keracunan, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang," ujarnya.
UNISA Yogyakarta juga mengimbau seluruh pihak tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi.
Kampus berkomitmen mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan seluruh mahasiswa dalam setiap kegiatan akademik maupun non-akademik.
| Polresta Sleman Ungkap Perkembangan Kasus 11 Bayi yang Dievakuasi dari Penampungan di Pakem |
|
|---|
| Perkembangan Kasus Temuan 11 Bayi di Pakem: Polisi Bentuk Tim Khusus hingga Dugaan Pelanggaran Hukum |
|
|---|
| Dugaan Pelanggaran Izin Praktik dalam Kasus Temuan 11 Bayi di Pakem, Pakar Sebut Ancaman Pidana |
|
|---|
| Belasan Bayi Dievakuasi di Sleman, Pakar Hukum UMY Sebut Ada Ancaman Pidana Bagi Bidan ORP |
|
|---|
| Bidan ORP Tetap Buka Praktik di Gamping Pascaevakuasi 11 Bayi dari Rumah Pakem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ILUSTRASI-FOTO-keracunan-MBG-sakit-perut-mual.jpg)