Mobil dan Bus Wisata Mendominasi Arus Libur Natal, Kendaraan Masuk DIY Capai 1,1 Juta
Arus kendaraan di wilayah DIY didominasi kendaraan roda empat dan bus wisata dari luar daerah saat masa libur Natal 2025
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 1.100.944 kendaraan masuk ke wilayah DIY hingga 24 Desember 2025, atau menjelang Hari Natal
- Kepadatan masih dapat diurai melalui pengaturan lampu lalu lintas yang disesuaikan dengan perubahan pola pergerakan kendaraan selama masa libur.
- Mayoritas kendaraan yang masuk ke DIY berasal dari luar daerah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat sebanyak 1.100.944 kendaraan masuk ke wilayah DIY hingga 24 Desember 2025, atau menjelang Hari Natal, selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Pada periode yang sama, jumlah kendaraan keluar dari DIY mencapai 1.043.133 kendaraan.
Arus kendaraan didominasi kendaraan roda empat dan bus wisata dari luar daerah.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub DIY, Rizki Budi Utomo, menjelaskan pemantauan dilakukan melalui 10 titik pengamatan yang tersebar di pintu-pintu masuk utama DIY. Dua
titik utama pintu masuk berada di Prambanan dan Krasak (Tempel), sementara satu titik lain berfungsi sebagai titik tujuan, yakni kawasan Jembatan Kabanaran.
“Intinya kita mengambil data dari 10 titik pengamatan. Nanti di masing-masing titik itu sudah ada angkanya. Yang pertama, dua titik yang paling utama sebagai pintu masuk ke Jogja, yaitu Prambanan dan Tempel. Yang ketiga ini sebenarnya bukan titik masuk, tetapi merupakan titik tujuan, karena banyak orang yang menuju ke Jembatan Pandansimo atau Kabanaran,” ujar Rizki.
Menurut dia, meningkatnya kunjungan ke kawasan Muara Kabaneran membuat Dishub menempatkan posko statis yang dijaga personel.
“Kemarin ada beberapa bus yang justru berhenti di sana, penumpangnya turun untuk foto-foto, kemudian juga banyak orang yang berjualan. Jadi posko statis kita letakkan di dua titik: satu di Prambanan dan satu di Jembatan Muara Kabaneran,” katanya. Posko tersebut merupakan gabungan personel Dishub DIY dan Dishub Bantul.
Baca juga: Pemkot Yogyakarta Tertibkan Kedai Kopi Jalanan di Jembatan Kewek
Peningkatan Volume Kendaraan
Dari sisi kondisi lalu lintas, Rizki menyebut kepadatan masih dapat diurai melalui pengaturan lampu lalu lintas yang disesuaikan dengan perubahan pola pergerakan kendaraan selama masa libur.
“Kalau dari pola karakteristiknya, memang sudah agak berbeda. Di hari biasa itu mayoritas pergerakan terjadi pagi hari, terutama saat anak sekolah masuk ke Jogja. Nah, saat ini pagi hari justru sepi karena sudah liburan. Mobilitas yang ada lebih bersifat lokal,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan volume kendaraan justru terjadi sejak siang hingga malam hari.
“Volume lalu lintas mulai naik di siang hari, berlanjut ke sore, dan meningkat sampai malam. Sehingga ketika memasuki siang hari sekitar pukul 14.00, lalu sore hingga malam mulai meningkat, mereka sudah melakukan pengaturan lampu lalu lintas, misalnya dengan memperpanjang durasi lampu hijau dan penyesuaian lainnya,” kata Rizki.
Data Dishub DIY
Berdasarkan data Dishub DIY, arus kendaraan tertinggi terpantau di jalur Krasak (Tempel) dengan 35.725 kendaraan masuk dan 40.068 kendaraan keluar.
Sementara di wilayah timur, Prambanan mencatat 23.464 kendaraan masuk dan 13.185 kendaraan keluar.
| Rekayasa Lalu Lintas HUT ke-80 Sri Sultan HB X: Daftar Penutupan Ruas Jalan dan 16 Kantong Parkir |
|
|---|
| Dishub DIY Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Malioboro saat Peringatan Yuswa Dalem Sultan HB X ke-80 |
|
|---|
| Sterilisasi Bus di Titik Nol Dinilai Efektif Urai Kemacetan Selama Libur Lebaran 2026 |
|
|---|
| Mobilitas Lebaran 2026 di DIY Capai 8,3 Juta Orang, Ratusan Pemudik Sempat Tersesat ke Persawahan |
|
|---|
| Berkah Libur Lebaran, Pengelola Lahan Parkir Eks Menara Kopi Jogja 'Full Senyum' Diserbu Bus Wisata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Gerbang-Tol-Prambanan-di-Kecamatan-Jogonalan-Kabupaten-Klaten.jpg)