Dukung Program Gemar, Para Ayah di Bantul Ambil Rapor Anak ke Sekolah

Totok Kunto Wibisono (55), warga Kalurahan Palbapang, menjadi salah satu ayah atau orang tua siswa yang mengambil rapor di sekolah itu.

Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
GEMAR : Momen Totok Kunto Wibisono (55), warga Kalurahan Palbapang, Kapanewon Kabupaten Bantul, saat sedang mengambil rapor anaknya di SMP Muhammadiyah Bantul, Jumat (19/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Pembagian rapor di Bantul berbeda karena banyak ayah hadir ke sekolah, seiring peluncuran Gerakan Ayah Mengambil Rapor (Gemar) oleh BKKBN yang diperkuat Surat Edaran Bupati Bantul.
  • Para ayah mengaku Gemar membuat mereka lebih terlibat mengetahui perkembangan, bakat, dan memberi motivasi belajar anak.
  • Sekolah berharap Gemar memperkuat hubungan emosional dan komunikasi antara ayah dan anak, meski belum semua ayah bisa hadir karena pekerjaan.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL  -  Momen pembagian rapor siswa atau anak sekolah di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, terlihat berbeda dari biasanya.

Kali ini, kebanyakan bapak-bapak yang mengambil rapor anak-anaknya di sekolah.

Itu terjadi, usai baru-baru ini, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah (Gemar) untuk memperkuat peran ayah dalam pendidikan anak.

Di Kabupaten Bantul sendiri, kebijakan tersebut diperkuat dengan Surat Edaran Bupati Bantul Nomor B/100.3.4/09349/DPPPAPKB tentang Gemar.

Berdasarkan pantauan Tribunjogja.com, di SMP Muhammadiyah Bantul, terlihat sejumlah bapak-bapak bersama anaknya silih berganti mengambil rapor di masing-masing ruang kelas.

Totok Kunto Wibisono (55), warga Kalurahan Palbapang, Kapanewon Kabupaten Bantul, menjadi salah satu ayah atau orang tua siswa yang mengambil rapor di sekolah itu.

Ia mengaku mengambil rapor setelah mendapat info terkait anjuran pengambilan rapor Gemar tersebut.

"Tapi, saya kan sejak beberapa bulan yang lalu sudah pensiun dari kerjaan. Dan kalau ibu (istri Totok) kan sedang kerja, jadi saya yang ngambil rapor," kata dia, usai mengambil rapor anaknya di SMP Muhammadiyah Bantul, Jumat (19/12/2025).

Ia menjelaskan saat masih aktif bekerja, hanya sang istri yang mengambil rapor anaknya di sekolah. Sebab, sebelum pensiun, Totok sering bekerja dari pagi hingga pulang sore atau bahkan malam hari.

Baca juga: Gerakan Ayah Mengambil Rapor Mulai Terlihat di SMA di Yogyakarta

Menurutnya, Gemar menjadi salah satu momen bagi ayah untuk terlibat aktif memberikan dorongan dan motivasi belajar anak.

"Kita jadi tahu, anak bakatnya di mana saja. Setelah tahu ya sudah, support saja. Kalau kita bersikukuh kamu harus gini, gini, gini, ya namanya kita memaksa. Kasihan kalau seperti itu. Apalagi anak saya cewek," jelas dia.

Totok mengaku senang bisa mengetahui perkembangan anaknya yakni Adelia (14), kelas 9, usai pengambilan rapor kali ini, walau hasilnya masih ada yang harus ditingkatkan.

Sariman (56), warga Kalurahan Palbapang, menilai, Gemar menjadi motivasi atau mendorong anak giat belajar. Ia pun mengaku senang bisa mengetahui perkembangan anaknya di sekolah.

"Saya belum liat hasilnya. Tapi, kata wali kelas tadi, ya cukup lah. Hasilnya cukup memuaskan. Dan kebetulan setiap SMP, hampir saya yang sering ambil rapor anak saya. Kalau momen SD, ya ibunya," ujarnya.

Abdan Syakuro (14), kelas 9, mengaku senang, ayahnya bisa datang mengambil rapor, walau sebenarnya tetap dekat dengan kedua orang tuanya.

"Ya seneng liat orang tua datang ambil rapor. Cita-cita saya ingin jadi bos muda," tuturnya.

Namun, dalam momen pengambilan rapor kali ini belum semua ayah hadir dikarenakan satu dan dua hal. Seperti halnya, Diva (14), siswa kelas 9, mengaku bahwa pengambilan rapor didampingi oleh ibunya.

"(Ini ambil rapor) sama ibu saya," katanya.

Ibu dari Diva yakni Ariyanti (39), warga Kalurahan Bantul, menyampaikan bahwa ayah Diva atau suaminya sedang bekerja, sehingga pengambilan rapor dilakukan olehnya.

"Tadinya mau bapak yang ngambil. Ndilalah (kebetulan) bapaknya kerja masuk pagi. Jadi, bapaknya enggak bisa ambil rapor," ucapnya.

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah Bantul, Eni Sri Lestari, berharap, Gemar memberikan dampak positif terhadap tumbuh kembang anak dan terjalin komunikasi bagus antara orang tua dan anak.

"Jadi hubungan emosional dan psikologis antara anak-anak dan orang tua, utamanya bapak itu, Insyaallah semakin bagus," pinta dia.(nei)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved