Terganggu Bau Sampah Menyengat, Warga Protes Operasional UPS Kranon

Protes bau sampah, puluhan warga Kampung Mendungan, Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, mendatangi UPS Kranon

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
PROTES BAU SAMPAH - Puluhan warga Mendungan menyambangi UPS Kranon untuk memprotes timbulan bau tak sedap, Selasa (16/12/25). Menurut warga, bau busuk yang menyengat tersebut merupakan dampak operasional UPS yang dinilai sudah di luar batas kewajaran. 

"Kami sadar, produksi sampah di kota itu ratusan ton per hari. Kalau (pengolahan) berhenti sehari saja, dampaknya sangat luar biasa," imbuh Joko.

Tanggapan Lurah Sorosutan

Menanggapi protes keras warga, Lurah Sorosutan, Zulazmi, mengakui adanya kendala teknis pengolahan di UPS Kranon beberapa hari terakhir. 

Ia pun menjelaskan, bahwa sumber bau tak sedap yang menyengat tersebut berasal dari tumpukan sampah organik yang belum terolah.

"Yang panjenengan rasakan, juga kami rasakan. Tapi, posisi saat ini dengan seminggu yang lalu sudah sangat berubah," terangnya.

Ia memaparkan, bahwa evakuasi residu dan sampah organik menuju TPA Piyungan terus dilakukan, namun terkendala jadwal dan kuota yang terbatas. 

Meski demikian, sampai dengan Senin (15/12/2025), setidaknya sudah terdapat 15 armada truk yang mengangkut sampah keluar dari lokasi tersebut.

"Evakuasinya itu hanya bisa di TPA Piyungan, yang (jadwalnya) hanya Senin dan Rabu. Jadi, evakuasinya hanya dua hari itu saja," ungkapnya.

Tolak limbah organik

Kabar baiknya, Zulazmi menyampaikan, hasil rapat darurat dengan Wali Kota Yogyakarta diputuskan UPS Kranon tidak akan menerima limbah organik lagi.

Bahkan, imbuhnya, UPS Kranon dijadikan sebagai pilot project atau percontohan untuk program pengolahan sampah tanpa melibatkan jenis organik.

"Kranon tidak menerima sampah organik lagi. Tadi malam DLH sudah memanggil seluruh transporter dari Sorosutan, Pandeyan, dan Warungboto," ujarnya.

"Dalam pertemuan itu sudah disampaikan, bahwa mboten saget malih (tidak bisa lagi) memasukkan sampah organik ke sini," tutur Zulazmi.

Apa itu UPS?

Unit Pengolahan Sampah (UPS) adalah fasilitas atau unit kerja yang khusus mengolah sampah, terutama sampah organik, menjadi produk bernilai tambah seperti pupuk kompos, dengan tujuan mengurangi volume sampah ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dan menghasilkan manfaat ekonomi serta lingkungan. 

Fungsi Utama UPS:

Mengurangi Volume Sampah: Mengolah sampah rumah tangga sebelum dikirim ke TPA, sehingga mengurangi beban TPA.

Mengubah Sampah Menjadi Berkah: Mengolah sampah organik menjadi kompos yang bisa digunakan warga, bahkan bisa ditukar dengan sampah (sistem tukar sampah).

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
1 - 3
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved