Tinjau Jembatan Kewek, Komisi V DPR RI Upayakan Percepatan Proyek Pembangunan Ulang

Danang Wicaksana Sulistya mendorong agar proyek strategis pembangunan ulang Jembatan Kewek bisa dimulai secepatnya pada awal 2026 mendatang.

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Tribunjogja.com/IST/Azka Ramadhan
PENINJAUAN - Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, bersama jajaran Kementerian PU dan Dinas PUPKP Kota Yogyakarta, saat meninjau konstruksi Jembatan Kewek, Senin (15/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, mendorong percepatan pembangunan Jembatan Kewek
  • Pembangunan ulang jJembatan Kewek sepenuhnya akan mengandalkan intervensi anggaran dari pemerintah pusat via APBN.
  • Proyek tersebut dipastikan tetap memperhatikan bentuk fasad untuk menunjang aspek Kawasan Cagar Budaya (KCB) Kotabaru.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, meninjau langsung kondisi konstruksi Jembatan Kewek, Kota Yogyakarta, Senin (15/12/2025).

​Dalam tinjauan tersebut, politikus Partai Gerindra itu mendorong agar proyek strategis pembangunan ulang Jembatan Kewek bisa dimulai secepatnya pada awal 2026 mendatang.

​Ia pun menekankan pentingnya percepatan keluarnya Instruksi Presiden (Inpres) terkait Jalan Daerah sebagai payung hukum pendanaan proyek tersebut.

​Pasalnya, pembangunan ulang jembatan yang berada di jalur vital Kota Yogyakarta itu sepenuhnya akan mengandalkan intervensi anggaran dari pemerintah pusat via APBN.

​"Pendanaan tetap dari Pemerintah Pusat. Kita menyadari kekuatan fiskal daerah belum cukup kuat. Artinya, harus ada intervensi. Ini menjadi tugas saya sebagai mitra Kementerian PU untuk menyampaikan itu," ujarnya,

​Danang bilang, Presiden Prabowo Subianto berkomitmen mengeluarkan Inpres mengenai jalan maupun infrastruktur lainnya setelah tahun anggaran 2026 dimulai, yakni pada Januari atau Februari.

​Dengan skema itu, proyek pembangunan ulang jembatan yang sudah berusia lebih dari 100 tahun tersebut tidak perlu menunggu hingga pertengahan tahun.

​"Kalau Januari atau Februari Inpres keluar, Maret sebenarnya sudah bisa running. Kita penginnya, kalau bahasa 'londo'-nya itu as soon as possible," ungkapnya.

​Menurut Danang, urgensi percepatan ini bukan tanpa alasan, mengingat kajian dari Pemkot Yogyakarta menyatakan proses pengerjaan jembatan bakal memakan waktu sekitar sembilan bulan.

​Sehingga, jika pekerjaan fisik dimulai lebih awal dari target bulan April, proyek tersebut diharapkan dapat rampung sebelum pergantian tahun menuju 2027.

​"Karena ini kondisi yang urgent. Kita mencoba sinergi, kolaborasi dari Kota, DIY, dan Pusat. Fungsi pengawasan kita bergerak untuk memastikan semua berjalan lancar," tegasnya.

Baca juga: Evaluasi Rekayasa Lalin Jembatan Kewek, Wali Kota Yogya Sebut Situasi Akhir Pekan Jadi Barometer

Penataan Kawasan

​Lebih lanjut, hasil diskusi bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jateng-DIY, ia mengungkapkan ada rencana pengembangan lingkup pekerjaan yang menyasar penataan kawasan di sekitar jembatan.

​Hal itu, mencakup penataan bantaran sungai dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di sekitar jembatan untuk mendukung estetika Sumbu Filosofi Yogyakarta yang mengarah ke Malioboro.

​"Ternyata perlu ada penataan-penataan biar Yogyakarta tambah indah. Jadi, selain jembatan, kita juga me-review lokasi RTH untuk disesuaikan kondisinya, kita indahkan lagi," ujarnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved