BPBD Kulon Progo Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologi Dampak Bibit Siklon 93 S

Kemunculan Bibit Siklon Tropis memberikan dampak ikutan berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Kulon Progo.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Setiawan Tri Widada 

Ringkasan Berita:
  • BPBD Kulon Progo mewaspadi potensi cuaca ekstrem akibat Bibit Siklon Tropis 93 S di selatan Samudra Hindia.
  • Kemunculan Bibit Siklon Tropis memberikan dampak ikutan berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Kulon Progo.
  • Saat ini Kulon Progo berstatus Siaga Bencana, Namun bisa meningkat jadi Tanggap Darurat Bencana. 

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) belum lama ini menyampaikan potensi cuaca ekstrem akibat Bibit Siklon Tropis 93 S di selatan Samudra Hindia.

Potensi tersebut juga bisa terjadi di seluruh wilayah DIY, termasuk Kabupaten Kulon Progo.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Setiawan Tri Widada, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi cuaca terkini dari BMKG.

"Berdasarkan informasi terbaru dari BMKG, Bibit Siklon Tropis 93 S mulai menjauh dari Samudra Hindia," kata Setiawan pada Senin (15/12/2025).

Meski begitu, pihaknya tetap menjaga kewaspadaan.

Pasalnya, kemunculan Bibit Siklon Tropis memberikan dampak ikutan berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Kulon Progo.

Baca juga: Kesiapan Embarkasi Haji DIY di Kulon Progo Disebut Capai 80 Persen Berdasarkan Simulasi Perdana

Setiawan mengatakan sudah berkoordinasi dengan seluruh pemangku wilayah, dari tingkat kapanewon hingga kalurahan.

Mereka diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Mereka juga perlu menyampaikan ke masyarakat agar ikut mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi," ujarnya.

Setiawan menilai saat ini kewaspadaan perlu diintensifkan mengingat saat ini belum memasuki puncak musim penghujan.

Puncaknya diperkirakan terjadi pada Januari 2026, sehingga potensi terjadinya bencana juga akan meningkat.

Pihaknya pun berharap potensi terjadinya bencana bisa ditekan seminimal mungkin. Masyarakat juga diharapkan untuk aktif melakukan mitigasi, salah satunya dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di setiap kalurahan.

"Harapannya kejadian dampak musim penghujan tidak terjadi di Kulon Progo," kata Setiawan.

Siaga Bencana

Saat ini Kulon Progo berstatus Siaga Bencana, namun bisa meningkat jadi Tanggap Darurat Bencana.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved