BPBD Kulon Progo Imbau Masyarakat Tetap Waspada Potensi Cuaca Ekstrem saat Libur Lebaran

Efek cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai adalah angin kencang dan hujan ekstrem yang bisa menyebabkan tanah longsor.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Setiawan Tri Widada 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo tetap menjaga kewaspadaan terhadap potensi terjadinya bencana. Sebab hingga kini, potensi terjadinya cuaca ekstrem masih cukup tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Setiawan Tri Widodo mengatakan bahwa saat ini masih merupakan musim pancaroba atau peralihan dari penghujan ke kemarau.

"Memang potensi cuaca ekstrem mulai berkurang, namun tetap harus diwaspadai oleh masyarakat," kata Setiawan pada Senin (23/03/2026).

Hujan dan Angin kencang

Efek cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai adalah angin kencang dan hujan ekstrem yang bisa menyebabkan tanah longsor. Terutama di wilayah Pegunungan Menoreh.

Adapun di Menoreh terdapat banyak destinasi wisata yang jadi pilihan saat libur Lebaran. Setiawan mengimbau wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan saat berwisata ke kawasan Menoreh.

"Apalagi ada sekitar 9 jalan kabupaten yang kondisinya rusak bahkan longsor," ujarnya.

Setiawan mengakui bahwa ruas jalan kabupaten yang rusak belum bisa diperbaiki karena kondisi anggaran. Adapun perbaikannya mengandalkan pergeseran anggaran dan saat ini masih dalam proses.

Selama libur Lebaran, BPBD Kulon Progo mengerahkan seluruh personel hingga relawan agar bersiaga selama 24 jam. Terutama bagi personel Tim Reaksi Cepat (TRC) hingga Pemadam Kebakaran (Damkar).

"Kami juga koordinasi dengan FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) serta Desa Tangguh Bencana (Destana) untuk wilayah yang rawan terjadi bencana," jelas Setiawan.

Potensi cuaca ekstrem

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Feriomex Hutagalung mengatakan masa transisi musim penghujan ke kemarau terjadi pada akhir Maret dan awal April. Masa ini masih berpotensi terjadi cuaca ekstrem.

Pihaknya memperkirakan bahwa selama libur Lebaran berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan dan sedang. Bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi curah hujan tinggi disertai angin kencang dan petir.

"Sebagai antisipasi, kami gencarkan imbauan serta menyampaikan informasi peringatan dini cuaca ekstrem," kata Feriomex belum lama ini.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved