Fenomena Parkir Liar dan Tarif 'Nuthuk' saat Libur Akhir Tahun, Sri Sultan HB X Siap Turun Tangan

Fenomena parkir liar yang bermunculan di kawasan wisata saat masa liburan memang menjadi perhatian serius Sri Sultan HB X. 

TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, siap turun tangan menertibkan praktik parkir liar atau parkir nuthuk saat masa libur akhir tahun
  • Praktik parkir nuthuk dan parkir liar kembali diwaspadai sebagai masalah klasik yang kerap mencoreng kenyamanan wisatawan di Yogyakarta.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, mengaku siap turun tangan soal penertiban parkir liar dan praktik 'nuthuk'  tarif parkir.

Hal itu dilakukan jika Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta merasa kewalahan dalam menertibkan praktik-praktik tersebut.

Fenomena parkir liar yang bermunculan di kawasan wisata saat masa liburan memang menjadi perhatian serius Sri Sultan HB X

Ia menegaskan bahwa pengendalian situasi sepenuhnya berada pada Pemkot Yogyakarta, namun tidak menutup kemungkinan dirinya turun tangan jika kondisi semakin tak terkendali.

Langkah-langkah penertiban maupun koordinasi dengan para juru parkir juga harus diperkuat. 

“Sekarang bagaimana (Pemerintah) Kota yang punya kewenangan untuk itu kan bisa ngarahkan. Karena saya nggak mau menduluin, wong itu wewenang kabupaten/kota,” ujarnya.

Meski demikian, Sri Sultan memastikan dirinya tidak akan lepas tangan.

Ia menegaskan akan turun langsung apabila Pemkot Yogyakarta tidak lagi mampu mengendalikan situasi atau jika praktik parkir liar sudah meresahkan wisatawan dan warga. 

“Kalau Kota merasa kewalahan, ya baru saya terjuni. Kita menghargai wewenang itu, jangan terus menerobos saja. Tetapi kalau sudah sangat mengganggu dan Kota kewalahan, ya saya akan turun,” tegasnya.

Baca juga: Krisis Kantong Parkir Bayangi Malioboro saat 4 Juta Kendaraan Masuk DIY

Edukasi Berulang

Menjelang libur akhir tahun, praktik parkir nuthuk dan parkir liar kembali diwaspadai sebagai masalah klasik yang kerap mencoreng kenyamanan wisatawan di Yogyakarta. 

Meski sosialisasi dan kampanye tarif wajar telah berulang kali dilakukan, lonjakan kunjungan wisata masih membuka celah bagi munculnya lokasi-lokasi parkir tidak resmi.

Sri Sultan mengingatkan bahwa edukasi kepada pelaku wisata dan juru parkir sebenarnya tidak pernah berhenti dilakukan oleh pemerintah daerah. 

“Kita kan selalu ada campaign. Campaign bagaimana mereka yang jualan di kota, di kabupaten, jangan naikin harga dan sebagainya. Itu selalu kita ingatkan, supaya orang yang datang itu tidak merasa dirugikan dan supaya Yogya tetap nyaman untuk dikunjungi,” ujarnya di Kompleks Kepatihan, Kamis (11/12/2025).

Namun demikian, menurut Sri Sultan, tantangan terbesar justru muncul dari keberadaan parkir liar yang kerap memanfaatkan keramaian wisata untuk mematok tarif seenaknya tanpa regulasi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved