Gebyar Panggung Gembira 2025: Cara Lazismu dan PKU Muhammadiyah Beri Ruang Ekspresi bagi Difabel
Anak-anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Muhammdiyah se-DIY itu, tampil untuk memerdekakan cita-citanya.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tangan-tangan mungil itu tampak begitu lihai memainkan alat musik angklung.
Getar bambu pun beradu menciptakan harmoni yang bukan sekadar musik, namun sebuah pernyataan.
Alunan nada "Ibu Kita Kartini" mengalir syahdu, diikuti tepuk tangan ratusan hadirin.
Sama sekali tidak ada tatapan iba di sana, hanya ada kekaguman demi kekaguman yang mengarah menuju panggung.
Ya, di Panggung Gembira Sahabat Difabel tersebut, mereka tidak sebatas unjuk bakat.
Anak-anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Muhammdiyah se-DIY itu, tampil untuk memerdekakan cita-citanya.
Agenda itu, merupakan buah kolaborasi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan Gamping melalui Lazismu, Kamis (11/12/25).
Peringatan Hari Difabilitas Internasional 2025 tersebut, memang didesain untuk mendobrak stigma.
Ketua Lazismu Kantor Layanan Lembaga RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta–Gamping, Tawakal Akbar Darojad, menyebut panggung ini adalah wujud nyata keberpihakan. Sebuah pengingat bagi hak-hak disabilitas hang sering terlupakan.
"Sebagai bentuk apresiasi, sekaligus memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk unjuk kemampuan," tandasnya.
Baca juga: Sri Sultan HB X Wanti-wanti Pedagang Agar Tak Nuthuk Harga Saat Libur Nataru
Akbar menegaskan, apa yang ditampilkan anak-anak SLB Muhammadiyah se-DIY pada gelaran tersebut, menjadi bukti otentik.
Bahwa mereka juga mempunyai ragam bakat yang harus diwadahi dan diapresiasi, layaknya siswa-siswi sekolah seusianya.
Bak alat musik angklung yang ketika dimainkan bersama menjadi sebuah alunan musik yang indah.
Keberagaman kondisi fisik dan sensorik para peserta didik di panggung tersebut, sontak menjadi wujud integral dari harmoni masyarakat.
"Mereka memiliki potensi luar biasa, sama seperti anak-anak lainnya. Lazismu berkomitmen membuka akses itu, agar mereka bisa terus tampil dan berkembang," terangnya.
| Cerita Karyawan Difabel Rokok HS Diterima Kerja Plus Mendapat Fasilitas Mes |
|
|---|
| Kabar Terbaru Kasus Guru Cabuli Siswi Difabel di Yogyakarta, Tersangka Wajib Lapor Setiap Pekan |
|
|---|
| Ramadan Journey DPW PKB DIY Melukis Bersama Anak-anak Difabel di Panti Asuhan |
|
|---|
| Transformasi MPM Muhammadiyah Kuatkan Difabel hingga Petani Menuju Kemandirian |
|
|---|
| Kasus Dugaan Pelecehan Siswi SLB di Jogja, Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan untuk Penetapan Tersangka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Gebyar-Panggung-Gembira-2025.jpg)