Seorang Pria di Bantul Ditemukan Gantung Diri di Dekat Kandang Ayam

Dari hasil penelusuran oleh pihak polisi, sekitar empat bulan yang lalu, korban pernah melakukan percobaan bunuh diri.

dok.istimewa
ILUSTRASI - Jenazah 

*) Catatan : Artikel ini dibuat bukan untuk menginspirasi Anda yang sedang berpikir untuk mengakhiri kehidupan.

Bagi Anda yang merasa kesepian dan memiliki permasalahan mental, jangan menunda untuk meminta pertolongan profesional.

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.

Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Seorang laki-laki berinisial K (47), warga Kalurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, ditemukan tak bernyawa dalam kondisi gantung diri di area kandang ayam korban pada Selasa (9/12/2025) pukul 17.45 WIB.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengungkapkan, tubuh korban ditemukan oleh istri korban.

Kala itu, istri korban pulang kerja dan bermaksud memanggil suaminya, tetapi tidak ada jawaban.

"Selanjutnya, istri korban mencari korban ke area belakang rumah atau tempat kandang ayam. Tiba-tiba, ia mendapati korban sudah dalam keadaan gantung diri di kayu belandar kandang ayam," bebernya, Rabu (10/12/2025).

Kejadian itu membuat istri korban terkejut, sehingga berteriak minta tolong.

Baca juga: Ada 75 Calon Mundur, Sebanyak 3.393 PPPK Paruh Waktu Bantul Akan Dilantik Bulan Ini

Tak lama kemudian, dua warga setempat datang ke lokasi kejadian. Kemudian, korban dievakuasi. 

"Selanjutnya, korban dibawa ke RS UII Pandak untuk diberikan pertolongan. Namun, korban sudah meninggal dunia. Sekitar pukul 18.45 WIB, keluarga korban melaporkan kejadian itu ke petugas Polsek Pandak," tutur Rita.

Sampai saat ini, polisi belum mengungkapkan penyebab korban bunuh diri.

Akan tetapi, dari hasil penelusuran oleh pihak polisi, sekitar empat bulan yang lalu, korban pernah melakukan percobaan bunuh diri.

Korban juga pernah disarankan untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan. 

"Kini, pihak keluarga korban telah menerima kejadian itu dengan ikhlas dan tidak meminta untuk dilakukan visum/autopsi, maupun tidak menuntut proses hukum," pungkas Rita.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved