RSA UGM Terjunkan Tim Medis Bantu Korban Banjir di Aceh
RSA UGM) memberangkatkan tim medis Tanggap Bencana ke Aceh. Tim medis ini diberangkatkan sebagai bentuk respon cepat dan solidaritas
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- RSA UGM memberangkatkan tim medis Tanggap Bencana ke Aceh sebagai respons cepat dan solidaritas kemanusiaan untuk korban bencana.
- Tim ini bertugas melakukan eksplorasi kebutuhan, asesmen lapangan, dan penyediaan layanan kesehatan awal.
- Total ada 15 tenaga medis dan relawan diterjunkan dengan komposisi: 6 personel dari RSA UGM, 6 personel dari RSUP Dr. Sardjito (RSS), dan 3 personel dari RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN- Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) memberangkatkan tim medis Tanggap Bencana ke Aceh. Tim medis ini diberangkatkan sebagai bentuk respon cepat dan solidaritas kemanusiaan untuk korban bencana yang membutuhkan layanan kesehatan.
Direktur Utama RSA UGM, Dr. dr. Darwito, S.H., Sp.B(K)Onk., mengatakan tim yang diberangkatkan merupakan kontingen gabungan di bawah payung Academic Health System (AHS) UGM, yang mengintegrasikan berbagai unit kesehatan universitas.
Tim ini bertugas melakukan eksplorasi kebutuhan, asesmen lapangan, dan penyediaan layanan kesehatan awal.
“Kami memberangkatkan sebanyak 15 tenaga medis dan relawan diterjunkan dengan komposisi: 6 personel dari RSA UGM, 6 personel dari RSUP Dr. Sardjito (RSS), dan 3 personel dari RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro,” katanya, Senin (8/12/2025).
Tugas selama sepekan
Tim medis Tanggap Darurat sudah diberangkatkan pada Rabu (3/12/2025) lalu. Nantinya, tim ini akan bertugas selama sepekan, dengan kemungkinan rotasi sesuai kebutuhan.
Dokter bedah, dokter anestesi, serta tim kamar operasi juga turut diterjunkan dalam misi kemanusiaan ini. Tentunya juga ditunjang sarana prasarana serta obat-obatan dan perbekalan kesehatan lainnya.
Setibanya di lokasi, Tim AHS UGM akan segera mendirikan pos layanan kesehatan dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk distribusi obat-obatan kepada pengungsi yang membutuhkan.
"Selain menerjunkan SDM kesehatan yang kompeten, tim ini juga dibekali dengan dukungan penuh obat-obatan dan perbekalan kesehatan. Paket obat-obatan ini telah disiapkan secara khusus untuk menangani keluhan penyakit yang umum muncul pasca-banjir, seperti penyakit kulit, gangguan pencernaan, ISPA, dan kebutuhan pertolongan pertama lainnya," terangnya.
"Pada fase pascabencana, kami juga kemungkinan akan mengirimkan psikolog dan psikiater untuk membantu pemulihan mental para penyintas, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia,” sambungnya.
Perwakilan Hospital Disaster Plan RSA UGM, dr. Wahyu Kartiko Tomo menambahkan kesiapan tim tidak hanya dari sisi personel, tetapi juga kelengkapan medis.
Pengiriman bantuan ini adalah bagian dari prosedur tetap respons bencana UGM yang sudah teruji.
“Keberangkatan relawan tim medis dari rumah sakit UGM ini sudah beberapa kali dilakukan. Setiap ada bencana, kita selalu memberikan respon pengiriman tenaga medis beserta dukungan logistik ke lokasi bencana,” imbuhnya. (maw)
| 11 Rumah Terdampak Banjir Bandang di Grabag, Bupati Magelang Pastikan Penanganan Cepat |
|
|---|
| Mahasiswa UAJY Tembus Final Global YDTC : Hadirkan Solusi Banjir Berbasis AI |
|
|---|
| PSS Sleman U-19 Taklukkan Persiraja, Anang Hadisaputra Soroti Finishing |
|
|---|
| Dampak Hujan Lebat di Sleman: Empat Rumah di Nogotirto dan Banyuraden Terendam Banjir |
|
|---|
| Hujan Deras Disertai Angin di Sleman: Talud Longsor dan Rumah Warga di Gamping Tergenang Air |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/RSA-UGM-Terjunkan-Tim-Medis-Bantu-Korban-Banjir-di-Aceh.jpg)