BPR Bank Kulon Progo Luncurkan Program 'Super KerisKu', Permudah Kredit Permodalan UMKM

Super KerisKu merupakan program yang ditujukan pada masyarakat yang sudah punya usaha namun kesulitan dalam hal permodalan.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Tribunjogja.com/IST/Humas Pemkab Kulon Progo
Dirut BPR Bank Kulon Progo, Joko Purnomo (kiri) secara simbolis menyerahkan keris ke Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan (kanan), sebagai simbol diluncurkannya Program 'Super KerisKu', Minggu (07/12/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Kulon Progo meluncurkan Program "Super KerisKu" pada Minggu (07/12/2025).

Peluncuran dilakukan saat acara HUT ke-44 Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) Kulon Progo itu di Alun-alun Wates.

Direktur Utama (Dirut) BPR Bank Kulon Progo, Joko Purnomo menjelaskan Super KerisKu merupakan program yang ditujukan pada masyarakat yang sudah punya usaha namun kesulitan dalam hal permodalan.

"Kami bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo hadir untuk memberikan kemudahan pada pelaku UMKM," kata Joko memberikan keterangannya.

Program tersebut memberikan kredit permodalan dengan bunga rendah sebesar 0,5 persen per bulan.

Jangka waktunya pun disediakan cukup panjang disediakan hingga 84 bulan atau 7 tahun.

Agar lebih berdaya, Joko mengatakan pihaknya turut menyediakan pelatihan bagi pelaku UMKM.

Pelatihan disertai pendampingan tersebut sebagai bekal bagi pelaku usaha.

"Pelatihan itu kami gelar bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM (Dinperinkop-UKM) Kulon Progo," ujarnya.

Baca juga: Kraton Yogyakarta Gelar Seminar Sejarah di Kulon Progo, Ungkap Transformasi Budaya Era HB VIII

Pelatihan dilakukan di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).

Harapannya pelatihan tersebut bisa membuat pelaku UMKM Kulon Progo semakin berdaya dan naik kelas.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, mengatakan Super KerisKu sejalan dengan program nasional yaitu peningkatan sektor usaha kecil dan mikro.

Besaran bunganya pun sudah mengacu program tersebut.

"Bunga 0,5 persen per bulan itu sudah mengacu pada program nasional untuk menggairahkan sektor usaha kecil dan mikro," jelas Agung.

Ia mengungkapkan ada sekitar 40 ribu pelaku usaha di Kulon Progo.

Namun hanya sekitar 6.500 pelaku usaha mikro yang memiliki legalitas usaha.

Agung pun mendorong adanya pendampingan dan percepatan legalitas usaha mikro. Lewat pendampingan itu, pemerintah bisa memberikan peran dan dukungannya.

"Menjadi tugas BPR Bank Kulon Progo dan Dinperinkop-UKM untuk membina dan mengangkat derajatnya hingga permodalannya, menjadi usaha yang kuat di Kulon Progo," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved