Berita Sleman
Alasan DPRD Padang Pariaman Tetap Lanjutkan Kunker ke Sleman
Komisi I dan Komisi IV DPRD Kabupaten Padang Pariaman tetap melanjutkan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Iwan Al Khasni
Ringkasan Berita:Komisi I dan IV DPRD Padang Pariaman tetap melanjutkan kunjungan kerja ke Sleman meski daerah asal mereka dilanda banjir bandang. Ribuan rumah terdampak, lebih dari 10 ribu warga mengungsi, sementara agenda kunker membahas tenaga honorer dan penanggulangan kebencanaan.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Komisi I dan Komisi IV DPRD Kabupaten Padang Pariaman tetap melanjutkan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (2/12/2025).
Kunjungan ini menuai sorotan karena wilayah Sumatera Barat, termasuk Padang Pariaman, sedang dilanda duka akibat banjir bandang.
Berdasarkan data, bencana yang terjadi pada akhir November menyebabkan ribuan rumah warga terendam lumpur. Lebih dari 10 ribu warga terdampak.
Presiden Prabowo Subianto bahkan turun langsung mengunjungi posko pengungsian korban banjir di Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (1/12).
Alasan DPRD Tetap Berangkat
Ketua Komisi IV DPRD Padang Pariaman, Afredison, menjelaskan bahwa agenda kunjungan sudah dijadwalkan jauh hari dan disahkan melalui Badan Musyawarah (Bamus).
“Karena ini sudah terjadwal dari awal. Ada yang berangkat, ada yang ditinggal. Komisi IV ditinggal dua orang. Kita bagi-bagi saja karena sudah terjadwal. Tidak enak juga kalau tiba-tiba dibatalkan,” ujarnya.
Agenda Kunjungan Kerja
Kunjungan DPRD Padang Pariaman ke Sleman membahas:
- Pola dan strategi penyelesaian tenaga honorer yang tidak termasuk PPPK maupun PPPK paruh waktu
- Kesejahteraan rakyat
- Dinas sosial dan penanggulangan kebencanaan
Diskusi ini dikemas dalam bentuk pertemuan resmi bersama jajaran Pemkab Sleman.
Kondisi Penanganan Bencana di Padang Pariaman
Afredison menegaskan bahwa saat ini wilayahnya sudah memasuki fase pasca bencana. Penanggulangan dilakukan bersama stakeholder, dengan pembagian tugas di lapangan.
Lokasi terdampak paling parah berada di 3–4 kecamatan. BPBD, Pemkab, dan Pemerintah Pusat sudah turun membantu warga. Fasilitas kesehatan dinyatakan aman, tidak ada rumah sakit yang terendam atau roboh.
Dinas kesehatan juga memberikan pertolongan bagi warga sakit akibat banjir lumpur, sementara bantuan obat-obatan terus dimaksimalkan.
Infrastruktur Terdampak
| Efisiensi Anggaran Paskibraka Sleman: Rp1,8 Miliar Dipangkas Jadi Rp682 Juta |
|
|---|
| Produksi Benih Ikan Sleman Tembus 1,52 Miliar Ekor: Nila dan Lele Mendominasi |
|
|---|
| Revitalisasi Tiga Pasar Tua di Sleman: Alasan Wisata dan Exit Tol Jogja |
|
|---|
| Pesan Terakhir Pelawak Kondang Yogyakarta Bambang Rabies Sebelum Tutup Usia |
|
|---|
| Sterilisasi 40 Gereja Jelang Natal 2025 di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/DPRD-Padang-Pariaman-Malah-Pergi-Kunjungan-ke-Sleman.jpg)