Berita Bantul

Pantai Parangtritis Yogyakarta Viral Dipenuhi Sampah Kiriman

kawasan wisata Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, viral di media sosial karena dipenuhi tumpukan sampah

Tribun Jogja/Dok. Tangkapan Layar IG @merapi_uncover
Kondisi Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, dipenuhi sampah kayu pada Senin (1/12/2025). 

 

Ringkasan Berita:Pantai Parangtritis Bantul viral dipenuhi sampah kiriman banjir dari laut. Lebih dari 30 ton kayu dan ranting terdampar di bibir pantai hingga Depok. Petugas kebersihan kewalahan, namun pembersihan terus dilakukan agar wisatawan tetap nyaman.

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Baru-baru ini, kawasan wisata Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, viral di media sosial karena dipenuhi tumpukan sampah alami berupa patahan kayu, ranting, dan pohon.

Kondisi tersebut direkam oleh wisatawan saat berkunjung ke Pantai Parangtritis pada Senin (1/12/2025). Rekaman kemudian diunggah melalui akun Instagram @merapi_uncover.

Konfirmasi dari Pengelola Pantai

Koordinator Unit Pelaksana Kegiatan Pantai Parangtritis, Suranto, membenarkan kabar tersebut. Ia menyampaikan bahwa sejak Senin (1/12/2025), kawasan bibir Pantai Parangtritis hingga Pantai Depok dipenuhi sampah kiriman dari laut.

Menurutnya, sampah tersebut berasal dari banjir, namun bukan dari Sungai Opak. 

“Arus laut kebetulan mengarah ke timur, sehingga sampah kiriman terbawa banjir dan terdampar di bibir pantai,” jelas Suranto, Selasa (2/12/2025).

Suranto memperkirakan jumlah sampah yang terdampar mencapai lebih dari 30 ton. Sampah berupa potongan kayu terlihat acak dan tidak beraturan, berbeda dengan sampah buatan manusia.

“Petugas kebersihan kemarin mengangkut sekitar tiga hingga empat truk. Satu truk bisa menampung enam ton sampah,” ungkapnya.

Petugas Kebersihan Kewalahan

Kondisi tersebut membuat petugas kebersihan pantai cukup kewalahan. Suranto meminta maaf kepada wisatawan yang merasa terganggu atau kurang nyaman dengan keberadaan sampah.

Ia menambahkan, fenomena ini memang kerap terjadi setiap awal musim penghujan. Bahkan, jumlah sampah bisa lebih banyak saat banjir besar di Sungai Opak.

Pihak pengelola berkomitmen bekerja maksimal untuk membersihkan sampah agar wisatawan tetap nyaman. 

Sampah yang berhasil dikumpulkan sebagian dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah (TPS), sementara sebagian lainnya dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan bakar memasak.

“Ranting-ranting kayu ada yang dibakar, ada juga yang dibawa ke TPS,” tutup Suranto. (nei)

Kisah Inspiratif Leonardus, Lulusan Poltekkes Yogyakarta dengan IPK 3,88

Pemkab Bantul dan Polda DIY Sinergi Lakukan Penataan Terpadu Pantai Parangtritis, Apa Itu?

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved