Update Gunung Merapi
Update Gunung Merapi Pagi Ini, Ada 7 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya
Gunung Merapi mengeluarkan tujuh kali guguran lava pada Selasa (02/12/2025), pada periode pukul 00.00-06.00.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Gunung Merapi mengeluarkan tujuh kali guguran lava pada Selasa (02/12/2025), pada periode pukul 00.00-06.00.
- Guguran lava tersebut mengarah ke barat daya (Kali Sat/Putih dan Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.
- Pada periode yang sama, BPPTKG juga mencatat adanya sejumlah kegempaan.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gunung Merapi mengeluarkan tujuh kali guguran lava pada Selasa (02/12/2025), pada periode pukul 00.00-06.00.
Guguran lava tersebut mengarah ke barat daya (Kali Sat/Putih dan Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.
Pada periode yang sama, BPPTKG juga mencatat adanya sejumlah kegempaan.
Terjadi guguran sebanyak 33 kali, dengan amplitudo : 2-25 mm, dan durasi : 41.29-210.65 detik.
Hybrid/Fase Banyak terjadi 13 kali, amplitudo : 2-34 mm, S-P : 0.3-0.6 detik, dan durasi : 9.76-51.68 detik.
Vulkanik Dangkal sebanyak 1 kali, dengan amplitudo : 7 mm, dan durasi : 40.59 detik.
Menurut pengamatan meteorologi, cuaca berawan. Angin bertiup tenang ke arah barat.
Suhu udara 17.3-20.3 °C, kelembaban udara 93.1-98.6 persen, dan tekanan udara 873.7-917.4 mmHg.
Sementara berdasarkan pengamatan visual gunung jelas.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50 m di atas puncak kawah.
Hingga saat ini Gunung Merapi masih berstatus Siaga atau Level III.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Untuk itu, masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat juga diminta untuk mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merap, termasuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Pihak BPPTKG akan terus memantau aktivitas Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
| UPDATE Aktivitas Gunung Merapi 10 Juli 2025: Teramati 4 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya |
|
|---|
| Update Merapi Hari Ini: Gunung Merapi Kembali Luncurkan 5 Kali Guguran Lava |
|
|---|
| Update Gunung Merapi 29 Mei 2025: Teramati 2 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya |
|
|---|
| Update Gunung Merapi 1 Mei 2025: Teramati 15 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya |
|
|---|
| Sejumlah Warga Berjaga di Luar Rumah, Merapi Keluarkan Awan Panas, Hujan Abu Turun di Magelang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Wisata-Gunung-Merapi.jpg)