DIY Bersiap Hadapi 9 Juta Pergerakan Kendaraan saat Nataru
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan bahwa koordinasi antarlembaga sudah berjalan sejak beberapa waktu lalu.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Tantangan baru yang lebih besar dihadapi Pemda DIY tahun ini jelang libur Natal dan Tahun Baru.
- Di libur Nataru tahun ini, Pemda DIY harus siap menjaga kelancaran arus kendaraan yang diproyeksikan mencapai 9 juta pergerakan dan memastikan rantai pasokan tetap stabil.
- Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan koordinasi antarlembaga sudah berjalan. Perhatian utama Pemda DIY adalah keamanan pasokan bahan bakar, pangan pokok, dan komoditas kebutuhan masyarakat dan wisatawan.
TRIBUNJOGJA.COM - Meski persiapan Nataru menjadi agenda rutin tahunan, Pemda DIY menghadapi tantangan yang lebih besar tahun ini, yakni menjaga kelancaran arus kendaraan yang diproyeksikan mencapai 9 juta pergerakan dan memastikan rantai pasokan tetap stabil.
Pemda DIY menegaskan seluruh sektor telah bersiap menghadapi libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), mulai dari infrastruktur transportasi, pengamanan, hingga ketersediaan bahan pokok.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan bahwa koordinasi antarlembaga sudah berjalan sejak beberapa waktu lalu. Menurut Sultan, skema kesiapan Nataru memang dilakukan setiap tahun, sehingga tidak ada instruksi khusus yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau kami kan setiap tahun ada rapat juga, untuk koordinasi Nataru. Materinya sudah masuk, tinggal nunggu ini kan ada pembagian DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) 2026 jadi kami sepakat minggu depan,” ujar Gubernur saat ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (1/12).
Perhatian utama
Sultan menegaskan bahwa perhatian utama Pemda DIY adalah keamanan pasokan bahan bakar, pangan pokok, dan komoditas lain yang dibutuhkan masyarakat dan wisatawan selama puncak liburan.
“Memastikan kebutuhan BBM, beras dan sebagainya tercukupi. Kira-kira ada yang defisit tidak,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menambahkan bahwa kesiapan Nataru tidak hanya menyangkut koordinasi, tetapi juga pemeriksaan lapangan terhadap kondisi posko pengamanan, layanan transportasi, hingga distribusi kebutuhan pokok. Menurut dia, karena menjadi rutinitas tahunan, pola kerja antarinstansi semakin solid.
“Transportasi, posko-posko penjagaan hingga stok bahan pokok sudah siap,” katanya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang ia paparkan menunjukkan sebagian besar komoditas pangan strategis di DIY berada dalam kondisi surplus. Untuk beras, ketersediaan per November mencapai 73.720,48 ton, sementara kebutuhannya hanya 32.411,11 ton, sehingga terdapat surplus 41.309,37 ton.
Surplus juga tercatat pada komoditas jagung sebesar 9.401,87 ton dan kedelai 2.571,95 ton. Pemprov memastikan stok-stok tersebut aman dalam kendali Bulog dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
“Tinggal implementasinya di lapangan, stok bapok ada di Bulog, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan),” jelas Ni Made.
Lonjakan mobilitas
Salah satu tantangan terbesar Nataru tahun ini adalah potensi lonjakan mobilitas. Pemda DIY mengacu pada proyeksi Dinas Perhubungan DIY yang memperkirakan sekitar 9 juta pergerakan kendaraan selama puncak libur akhir tahun.
“Kalau (data) dari Dishub ada 9 jutaan,” tambahnya.
Lonjakan mobilitas ini diperkirakan tidak hanya datang dari wisatawan luar daerah, tetapi juga dari perpindahan masyarakat lokal yang memanfaatkan liburan panjang.
Dengan kesiapan logistik yang dinilai kuat dan koordinasi lintas-sektor yang intensif, Pemda DIY menyatakan optimistis pelaksanaan Nataru 2025/2026 dapat berjalan lancar. Namun lonjakan mobilitas yang sangat besar tetap menjadi pekerjaan rumah utama untuk memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan maupun warga lokal.
Gubernur DIY
Sri Sultan Hamengku Buwono X
Libur Natal dan Tahun Baru
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
Jogja
| Angin Kencang Terjadi di Jogja, Berikut Doa Agar Terhindar dari Bahaya |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem Mengintai DIY, Ini 11 Langkah Penting Saat Angin Kencang |
|
|---|
| Mengapa Angin di Sleman Hari Ini Bertiup Kencang, Begini Penjelasan BMKG |
|
|---|
| Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini Sabtu 24 Januari 2026 Kereta Sore - Malam |
|
|---|
| JPW Minta Kejari Sleman Tidak Gegabah Tangani Perkara Hogi Minaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/DIY-Bersiap-Hadapi-9-Juta-Pergerakan-Kendaraan-saat-Nataru.jpg)