Produk Ekspor Asal Bantul Masuk Daftar Tertinggi di DIY
Produk kerajinan, mebel dan tekstil asal Bantul menjadi yang tertinggi dan unggulan untuk dilakukan ekspor di beberapa negara.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Disperindag DIY menyebut nilai eksportir di wilayah kerjanya dari tahun ke tahun semakin meningkat.
- Produk kerajinan, mebel dan tekstil asal Bantul jadi yang tertinggi dan unggulan untuk dilakukan ekspor di beberapa negara.
- Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, berujar, pertumbuhan industri di Kabupaten Bantul terus mengalami peningkatan
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DI Yogyakarta mendata nilai eksportir di wilayah kerjanya dari tahun ke tahun semakin meningkat.
Bahkan, pada 2024 lalu, mengalami peningkatan sekitar 12 persen.
"Paling banyak, untuk ekspor memang berada di Kabupaten Bantul. Jadi, dari dari empat kabupaten dan satu kota ini, tertinggi memang dari Kabupaten Bantul," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Yuna Pancawati, Rabu (26/11/2025).
Dikatakannya, produk kerajinan, mebel, dan tekstil asal Bumi Projotamansari menjadi tertinggi dan unggulan untuk dilakukan ekspor di beberapa negara.
Kendati begitu, pihaknya mendorong teman-teman di DIY melalui pelatihan untuk tetap meningkatkan kualitas produk dan melakukan ekspor.
"Itu merupakan salah satu program strategis yang dicanangkan oleh Kementerian Perdagangan RI. Dari situ, kemudian kami inisiasi dengan penguatan-penguatan UMKM yang ada di DIY," ujar Yuna.
Lebih lanjut, ia menyampaikan berdasarkan periode bulan yang sama antara tahun lalu dan sekarang, mengalami peningkatan ekspor sekitar tujuh persen.
Adapun jumlah nilai peningkatan ekspor pada tahun 2025 itu, sekitar 417 juta USD.
Baca juga: Wamendag RI Lepas Produk Ekspor dari Kabupaten Bantul
Peningkatan di Bantul
Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, berujar, pertumbuhan industri di Kabupaten Bantul terus mengalami peningkatan.
Bahkan, Bantul berhasil memperoleh rangking pertama kontributor produk domestik regional bruto (PDRB) pada sektor industri, termasuk industri kreatif. Setelah itu baru pertanian, dan baru sektor pariwisata.
"Itu menunjukkan bahwa kreativitas Bantul, walau tidak punya bahan baku atau bahan baku impor dari daerah lain, tetap bisa menunjukkan sektor industri kreatif tetap eksis dan memiliki nilai tambah tertinggi di banding sektor-sektor lain yang dominan di Kabupaten Bantul," katanya.
Kondisi itu membuat Bumi Projotamansari semakin percaya diri bahwa sektor ekonomi kreatif tetap berjalan, walaupun tidak memiliki sumber daya alam. Artinya, sumber daya manusia di Bumi Projotamansari tergolong memiliki kreativitas yang tinggi.
"Ekonomi kreatif di Bantul itu akan tetap berjalan, walau pun kita tidak punya sumber daya alam," tutup orang nomor satu di Bumi Projotamansari. (*)
| Seekor Buaya Muncul di Sungai Opak Bantul, Berhasil Diamankan Petugas Damkar |
|
|---|
| Viral Gelombang Pasang Terjang Warung di Pantai Depok Bantul |
|
|---|
| Bukan SPG, Tahun Ini Mutiara Eva Farm Berdayakan Difabel Jadi Sales Kambing Kurban |
|
|---|
| Cegah Kasus TPPO, Disnakertrans Bantul Ingatkan Pekerja Migran Pakai Jalur Legal |
|
|---|
| Limbah SPPG Diduga Cemari Air Sumur di Mangiran, Pemkab Bantul Beri Waktu 10 Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Perindustrian-dan-Perdagangan-DIY-Yuna-Pancawati-26112025.jpg)