Hibah DRTPM Dorong Pengelolaan Sampah Komunal Lewat INC-SOR di Bantul
Kehadiran INC-SOR diharapkan menciptakan lingkungan Soragan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Incinerator Soragan (INC-SOR) hadir sebagai fasilitas pengelolaan sampah rumah tangga komunal yang mempercepat pemrosesan sampah residu sekaligus mendorong edukasi lingkungan.
- Program ini didukung melalui pendanaan hibah Tahun 2025 dari Direktorat Jenderal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Pengoperasian INC-SOR diharapkan menjadi contoh praktik baik pengelolaan sampah berbasis masyarakat
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah kalurahan dan akademisi kini menghadirkan Incinerator Soragan (INC-SOR), fasilitas pengelolaan sampah rumah tangga komunal yang mempercepat pemrosesan sampah residu sekaligus mendorong edukasi lingkungan.
Kehadiran INC-SOR diharapkan menciptakan lingkungan Soragan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Program penguatan pengelolaan sampah komunal ini didukung melalui pendanaan hibah Tahun 2025 dari Direktorat Jenderal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Hibah tersebut dilaksanakan melalui Tim PKM Stimaryo yang terdiri dari Yudhanita Pertiwi, S.S., M.A., Benny Hartanto, S.T., M.M., M.Sc., Ningrum Astriawati, S.Si., M.Sc. dan beberapa Taruna Stimaryo.
Program ini juga mendapatkan dukungan penuh dari LP2M Stimaryo serta kemitraan strategis dengan DPKL Soragan sebagai mitra pelaksana di lapangan.
Ketua Desa Percontohan Kesehatan Lingkungan (DPKL) Soragan, H. Arif Widodo menyampaikan bahwa INC-SOR merupakan bagian dari sistem Reduce–Reuse–Recycle (3R) yang telah berjalan di masyarakat.
Baca juga: Jelang Penutupan TPA Piyungan, Ketua DPRD Kota Yogyakarta Ajak Warga Masifkan Pengolahan Sampah
Dengan mesin incinerator berkapasitas rumah tangga komunal ini, sampah residu yang tidak dapat didaur ulang kini dapat diproses dengan lebih cepat dan higienis.
“Dengan adanya INC-SOR, volume sampah residu berkurang drastis. Masyarakat kini lebih mudah memilah sampah organik, anorganik, dan residu, sementara incinerator memastikan sampah yang tidak bisa diolah tidak menumpuk di lingkungan,” ujar Arif.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan sampah kini dilakukan secara lebih teratur melalui SOP baru.
"Sampah organik diolah menjadi kompos rumah tangga oleh kelompok warga. Sampah anorganik dipilah dan dijual oleh bank sampah. Sampah residu dibakar menggunakan INC-SOR secara terjadwal tanpa mengganggu aktivitas warga," terangnya.
Dengan pendanaan hibah dan dukungan akademisi, teknologi tepat guna, serta partisipasi masyarakat, pengoperasian INC-SOR diharapkan menjadi contoh praktik baik pengelolaan sampah berbasis masyarakat di wilayah Bantul, sekaligus mendorong edukasi lingkungan kepada seluruh warga. (*)
| Datin Wisnu Pranyoto: PSEL Solusi Pemungkas Atasi Krisis Sampah di Bantul |
|
|---|
| Optimalkan Pengolahan Sampah, TPST Modalan Bakal Tambah 7 Alat Baru dan Modifikasi Mesin |
|
|---|
| Lebaran Nyaman Tanpa Sampah, Pemkot Yogyakarta Kebut Pengosongan Depo |
|
|---|
| Progres Rencana Proyek PSEL, Bupati Bantul: Eksekusi Tunggu Danantara |
|
|---|
| Pemkab Bantul Gelontorkan Anggaran Rp5 Miliar untuk Dukung Pematangan Lahan PSEL Piyungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pembakaran-sampah-residu-di-Incinerator-Soragan-INC-SOR.jpg)