Jurus Pemkot Yogyakarta Kejar Target Kunjungan 10,9 Juta Wisatawan Lewat Laju 'Mobil RC'
Dispar Kota Yogyakarta optimistis mampu mengejar target kunjungan 10,9 juta wisatawan sepanjang 2025.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Yogyakarta optimistis mampu mengejar target kunjungan 10,9 juta wisatawan sepanjang 2025.
Optimisme muncul seiring deretan event unggulan yang bakal berlangsung pada akhir tahun ini, salah satunya Jogja Game Festival 2025.
Gelaran tersebut menyajikan ragam kompetisi berlatarbelakang permainan, yang tidak sebatas dimainkan anak-anak muda, namun juga orang dewasa.
Mulai dari e-sport Mobile Legend dan Free Fire, catur, pojok main kolaboratif bersama Lareplay, hingga remote control (RC) competition yang belakangan sedang naik daun.
Selain menarik pelancong, agenda yang digelar pada 15-16 November 2025 itu didesain untuk menggeser keramaian wisatawan agar tak lagi terpusat di Ring 1 (area Malioboro dan sekitarnya).
Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Cesaria Eka Yulianti, mengakui, pemerataan kunjungan adalah tantangan utama pariwisata Kota Gudeg.
"Yang menjadi PR adalah di luar Ring 1-nya ini, bagaimana kita supaya bisa menyebarkan pengunjung-pengunjung itu ke Ring 2 dan Ring 3, supaya penyebarannya merata," katanya, di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (12/11/2025).
Untuk itu, dalam gelaran JGF 2025, kompetisi E-Sport (Mobile Legends dan Free Fire) serta Catur akan dipusatkan di Atrium Galleria Mall.
Namun, khusus untuk RC Competition (kategori Rally, Buggy 1/10, dan Buggy - SCT 1/12), lokasinya sengaja diarahkan ke Joglo Resto Njeron Benteng, yang masuk dalam kawasan Ring 2.
"Angka kunjungan wisatawan di Kota Yogyakarta hingga Oktober sudah mencapai 8,8 juta jiwa. Angka ini mendekati target total kunjungan tahunan untuk 2025," ungkapnya.
Baca juga: Elemen Sipil Yogyakarta Desak Pemerintah Batalkan Gelar Pahlawan untuk Soeharto, Ini Alasannya
"Makanya, kami tetap optimis, target-target yang sudah dicanangkan kemarin itu masih bisa tercapai, dengan kondisi sekarang, yang katanya tidak baik-baik saja," urai Cesaria.
Stevi Sinung Wibowo, Pemilik Altamira Sport RC Track Jokteng, yang jadi salah satu venue JGF 2025, membeberkan, bahwa event RC memiliki daya tarik kuat bagi peserta dari luar kota.
Berdasar pengalamannya menyelenggarakan deretan lomba serupa, peserta dari luar daerah sudah datang sejak beberapa hari sebelum race.
"Mereka minimal tinggal selama dua hari, menginap di homestay atau guesthouse di sekitar Beteng untuk test circuit di hari Jumat, dan bertanding di hari Sabtu dan Minggu," terangnya.
Bahkan, biasanya, para peserta kompetisi RC tidak datang sendirian, karena membawa serta tim, hingga anggota keluarga untuk sekaligus bertamasya.
Oleh sebab itu, ia optimis, Jogja Game Festival 2025 tidak hanya mendongkrak tingkat kunjungan, tapi juga meningkatkan lama tinggal wisatawan.
"Sudah pasti menggerakkan perekonomian di kawasan Njeron Beteng. Semuanya hidup, karena mereka tidur, menginap di homestay, guesthouse di sekitar sana," pungkas Stevi. (*)
| Wali Kota Yogyakarta Targetkan Revisi Perda KTR Rampung Oktober 2026, Ini Poin-poin Krusialnya |
|
|---|
| 184 Korban Little Aresha Daycare Melapor ke Help Desk, Pemkot Yogya Kerahkan Pendampingan Spesifik |
|
|---|
| Bahas Masa Depan Rumah Bersejarah dr Sardjito, Wali Kota Yogyakarta Bakal Temui Pihak Keluarga |
|
|---|
| Revisi Aturan KTR di Kota Yogyakarta, Legislatif Dorong Batas Usia Pembeli Rokok Naik Jadi 21 Tahun |
|
|---|
| Pemkot Yogyakarta Bakal Revisi Aturan KTR di Malioboro, Pelanggar Siap-siap Kena Denda di Tempat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kepala-Bidang-Industri-Pariwisata-Dinas-Pariwisata-Kota-Yogyakarta-Cesaria-Eka-Yulianti.jpg)