Sepanjang 2025, Disdag Gunungkidul Salurkan 126,5 Ton Bahan Pokok Lewat Program Pasar Murah

Kegiatan ini diselenggarakan di 18 kapanewon dengan menyasar sejumlah pasar  tradisional dan balai kalurahan.

Tayang:
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Gunungkidul mencatat sepanjang tahun 2025 telah menyalurkan 126,5 ton bahan pokok melalui kegiatan pasar murah di berbagai kapanewon. 

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Ris Heriyani, mengatakan penyaluran bahan pokok dilakukan secara bertahap sejak awal tahun hingga triwulan keempat.

Komoditas yang dijual meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam.

"Program ini  untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat dengan harga di bawah pasar," paparnya saat dikonfirmasi pada Selasa (11/11/2025).

Ia menjelaskan, kegiatan ini diselenggarakan di 18 kapanewon dengan menyasar sejumlah pasar  tradisional dan balai kalurahan.

Adapun, anggaran pelaksanaan pasar murah  berasal dari dana APBD milik Pemkab Gunungkidul  dan Provinsi.

“Kami pastikan stok cukup hingga akhir tahun, apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru ketika kebutuhan masyarakat meningkat,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat sejumlah komoditas yang perlu diwaspadai karena berpotensi mengalami kenaikan permintaan dan harga menjelang natal dan tahun baru.

Komoditas tersebut antara lain beras, minyak goreng, daging ayam ras, telur ayam, dan cabai merah.

“Kami terus melakukan pemantauan harga harian di pasar-pasar tradisional. Biasanya, menjelang libur panjang, permintaan terhadap bahan pokok naik signifikan. Karena itu, intervensi pasar melalui operasi atau pasar murah akan lebih intensif dilakukan hingga akhir tahun nanti,” terangnya. 

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, menambahkan program pasar murah tak hanya berfokus pada aspek distribusi bahan pokok, tetapi juga menjadi sarana edukasi ekonomi masyarakat agar lebih bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan panic buying.

Ia menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga kestabilan harga pangan di pasar tradisional maupun ritel modern.

"Pasar murah merupakan strategi penting pemerintah daerah dalam menghadapi tekanan harga pangan akibat cuaca ekstrem dan distribusi logistik yang terganggu. Dengan intervensi harga melalui pasar murah, kami berharap inflasi tetap terkendali dan kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi secara merata,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
Live
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
VS
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved