Cerita Siswa Sekolah Rakyat MA 19 Bantul Dibekali Pelajaran Koding dan AI
Selain mempelajari bidang-bidang akademik pada umumnya, para pelajar SRMA ini turut mendalami ilmu koding dan AI untuk mengasah soft skill.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Selain mempelajari bidang akademik pada umumnya, para pelajar SRMA ini mendalami ilmu koding dan AI untuk mengasah soft skill.
- Guru GKoding dan kecerdasan Artfisial (AI) Erdittya Ekanovie Nindhitasari mengemas pembelajaran koding dengan konsep sederhana serta konstruktual dan nyata.
- Sekolah menyiapkan instalasi pendukung operasional untuk memaksimalkan pembelajaran koding dan AI para siswa SRMA.
- Pengadaan laptop sudah dilakukan sebanyak 200 unit dibagikan untuk 200 siswa-siswi SRMA19 Bantul.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Para siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Bantul dibekali dengan pengetahuan koding dan Artificial Intelligence (AI).
Selain mempelajari bidang-bidang akademik pada umumnya, para pelajar SRMA ini turut mendalami ilmu koding dan AI untuk mengasah soft skill.
Guru GKoding dan kecerdasan Artfisial (AI) Erdittya Ekanovie Nindhitasari, mengatakan pada semester ini pihaknya memasukkan pembelajaran koding terlebih dahulu.
Dirinya mengemas pembelajaran koding dengan konsep sederhana serta konstruktual dan nyata.
"Itu kami pakai langsung konstruktual. Misalnya kayak anak-anak kalau mau makan itu kan mereka mengantri dulu. Karena kami juga menerapkan pendidikan karakter, kami mencoba untuk langsung memasukkan ke pendidikan karakternya, misal bagaimana kalau orang lain menyerobot dan lain-lain," katanya, kepada awak media, saat Kunjungan Jurnalistik Komdigi di SRMA Yogyakarta, Kamis (6/11/2025).
Berpikir komputasional
Perempuan yang akrab disapa Dita ini menyampaikan pentingnya pelajaran koding dan AI bagi siswa-siswi SRMA.
"Coding itu kan ada salah satu juga berpikir komputasional, berpikir itu mengambil dari apa yang ada di komputer, dan walaupun komputernya memang baru ada, laptopnya kan memang baru ada dan memang belum distribusikan, karena baru diinstal dan lain-lain, kami mencoba membuat LKPD yang memang dia, langsung kehidupan mereka sehari-hari," ujarnya.
Saat ini pihak sekolah telah menyiapkan instalasi pendukung operasional untuk memaksimalkan pembelajaran koding dan AI para siswa SRMA.
Adapun untuk pengadaan laptop bagi para siswa sudah ada sebanyak 200 unit dibagikan untuk 200 siswa-siswi SRMA19 Bantul.
"Laptop itu sudah datang untuk 200 siswa itu 200 laptop, jadi semuanya sudah mendapatkan, memang karena belum selesai ini, jadi memang menunggu instalasi dan untuk PPA, membuat SOP dan lain-lain," katanya.
Plt. Direktur Ekosistem Media, Farida Dewi Maharani, menuturkan Komdigi memberikan dukungan terkait implementasi program Sekolah Rakyat.
“Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo yang harus kita sampaikan bagaimana implementasinya kepada publik, agar tumbuh semangat,” katanya.
Dukungan fasilitas
Farida menegaskan, Kemenkomdigi berkomitmen mendukung fasilitas pendukung untuk menyukseskan Sekolah Rakyat. Salah satu fasilitas terpenting, yaitu ketersediaan jejaring internet.
"Internet ini penting untuk mendukung kemajuan dunia pendidikan di Sekolah Rakyat. Apalagi, saat ini kita terus diharapkan dengan tantangan perkembangan teknologi digital," ucap Dewi.
Salah satu siswa Kelas 10 SRMA 19 Bantul, Dwi Hidayat merasa senang bisa mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat.
Pasalnya, sebelum bersekolah di SRMA 19 Bantul, sehari-hari Dwi sempat berjualan sate di Wates.
Hingga pada akhirnya, dirinya mendapat tawaran masuk menjadi murid Sekolah Rakyat.
Siswa berusia 17 tahun ini mengatakan, dirinya bisa belajar logat bahasa daerah dari siswa lainnya.
"Banyak teman, ada 200 anak, logatnya berbeda, bisa belajar bahasa yang di daerah kita nggak ada. Berpisah dari keluarga (sedih), tapi kan tujuan saya belajar, kangen pasti ada," katanya.
Dia meyakini, masa depannya bisa sukses meski mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat.
Sementara, Koordinator Wali Asrama SRMA 19 Bantul, Ratnaningrum Retnaningtyas merasa bangga, mengurus siswa-siswi Sekolah Rakyat.
Dia mengaku, banyak siswa yang rutin melakukan puasa sunah Senin-Kamis.
"Anak-anak tertib puasa Senin-Kamis, mereka jam 3 pagi bangun, terkadang saya bantu untuk membangunkannya. Kami dampingi untuk makan sahur," pungkasnya. (hda)
| Manfaatkan AI untuk Sensus Ekonomi 2026, BPS DIY Pastikan Hasilnya Dapat Dipertanggungjawabkan |
|
|---|
| Game Warframe 13 Tahun Tanpa AI, Digital Extremes: Kami Sangat Anti-AI |
|
|---|
| DLSS 5 Nvidia Diumumkan, Grafis Game Realistis Berbasis AI, Gambar Mirip Film Hollywood |
|
|---|
| Hasil Analisis Youtuber AS Soal Video Netanyahu Ngopi di Tengah Perang Lawan Iran |
|
|---|
| Menggunakan AI untuk Meningkatkan Performa Bermain Game & Cara Mengaktifkannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Cerita-Siswa-Sekolah-Rakyat-MA-19-Bantul-Dibekali-Pelajaran-Koding-dan-AI.jpg)