Game Warframe 13 Tahun Tanpa AI, Digital Extremes: Kami Sangat Anti-AI

Warframe tegaskan anti AI di tengah tren industri, tetap aktif lewat update besar, event baru, dan perayaan 13 tahun dengan reward gratis.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Steampowered.com
Sampul Warframe "Operation: Atramentum". © 2026 Digital Extremes Ltd. (Steampowered.com) 

Ringkasan Berita:
  • Warframe menegaskan tidak akan memakai generative AI, setelah insiden fan art AI sempat muncul di livestream dan disadari komunitas.
  • Gim berusia 13 tahun ini tetap aktif dengan update Shadowgrapher, mode Follie’s Hunt, serta event Operation: Atramentum berbasis kerja sama tim.
  • Anniversary ke-13 juga menghadirkan berbagai reward gratis dan konten berkala, menunjukkan Warframe masih berkembang dengan komunitas kuat.

 

TRIBUNJOGJA.COM - Di tengah meningkatnya penggunaan generatif AI (GenAI) di industri video game, banyak developer mulai memanfaatkan teknologi ini untuk mempercepat pengembangan gim mereka. 

Mulai dari pembuatan aset visual hingga pengisian suara karakter, penggunaan AI ini tak jarang memicu pro dan kontra dari kalangan industri maupun gamer sebagai konsumen.

Sebagian pihak menilai teknologi tersebut bisa membantu efisiensi, sementara yang lain khawatir soal dampaknya terhadap peran karyawan dan kualitas karya seni.

Di tengah tren tersebut, gim Warframe justru mengambil sikap berbeda.

Gim Warframe Dipastikan Tanpa AI

20260407 Warframe Cover 2
Foto Unggahan Akun Warframe. © 2026 Digital Extremes Ltd. (Facebook.com)

Digital Extremes selaku developer Warframe menegaskan tidak akan memakai generative AI untuk game mereka, setelah sebuah karya fan art yang sempat ditampilkan dalam livestream ternyata diketahui merupakan hasil GenAI.

Dalam wawancaranya dengan GameSpot, Megan Everett selaku Community Director Digital Extremes mengaku sempat kaget menyadari bahwa ia tanpa sengaja mempromosikan karya seorang fans yang ternyata dibuat menggunakan AI.

Ia menjelaskan bahwa momen tersebut terjadi saat sesi livestream rutin mereka, di mana tim biasanya menampilkan berbagai karya dari komunitas.

“Kami streaming setiap Kamis, dan selalu menampilkan fan art serta karya dari komunitas. Suatu waktu, ada yang bikin gambar yang terlihat seperti Warframe versi Gundam, dan menurut saya itu keren banget, jadi saya tampilkan.”

Namun, reaksi penonton justru langsung mengungkap hal yang tidak ia sadari sebelumnya.

“Langsung saja, semua penonton livestream menyadarinya (hasil AI), dan saya benar-benar terpukul. Itu licik sekali.’”

Baca juga: Game Zombie Terkenal State Of Decay 3 Buka Alpha Playtest April 2026 Ini

Digital Extremes sendiri memiliki sikap yang jelas terhadap penggunaan AI.

Everett menegaskan bahwa studio tersebut sepenuhnya mengandalkan kreativitas manusia dalam mengembangkan game mereka.

“Kami adalah perusahaan yang sangat anti-AI, dan semua yang ada di Warframe serta Soulframe dibuat oleh manusia,” katanya.

Ia bahkan mengaku insiden tersebut membuatnya lebih berhati-hati saat melihat karya komunitas di masa depan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved