DPP Kulon Progo Yakin Masa Tanam Padi Pertama Aman Meski Dilanda Cuaca Ekstrem
Masa tanam kali ini di Kulon Progo berhadapan dengan kondisi cuaca ekstrem yang bisa berdampak pada hasil panen dari musim tanam kali ini.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
TANAM PADI - Aktivitas petani di lahan persawahan di Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo, belum lama ini. Masa tanam padi pertama di Kulon Progo diklaim aman meski berpotensi dilanda cuaca ekstrem.
Seperti dengan penyaluran benih hingga pupuk bersubsidi bagi petani.
Kementerian Pertanian (Kementan) RI pun telah menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen.
Kebijakan ini berlaku sejak 22 Oktober 2025, di mana pembeliannya menggunakan Kartu Tani.
Ketua Kelompok Tani Subur dari Kalurahan Banyuroto Kapanewon Nanggulan, Sudaryono, mengatakan penurunan harga tersebut sangat bermanfaat bagi petani. Sebab mereka bisa menghemat ongkos pengeluaran untuk produksi padi.
"Hematnya bisa sampai 40 persen, jadi kebijakan tersebut sangat membantu petani," katanya.(*)
Baca Juga
| Suhu Ekstrem saat Pancaroba Ancam Produksi Pangan Nasional, Padi dan Jagung Paling Rentan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Wilayah DIY Selasa 21 April 2026, Hujan Lebat Guyur Sleman, GK dan Kulon Progo |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem Terjang Sleman: Talud Longsor dan Infrastruktur di 6 Kapanewon Rusak |
|
|---|
| Gelombang Rossby Ekuatorial Pengaruhi Intensitas Hujan di DIY, Ini Penjelasan BMKG |
|
|---|
| Analisis BMKG: Curah Hujan di Sleman Tembus 217 mm, Rekor Ekstrem Pemicu Banjir Gamping |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Musim-tanam-padi-di-Kulon-Progo-27102025.jpg)